Saksi: Dari Jakarta-Amsterdam, Saya Tidak Lihat Polly
Rabu, 22 Agu 2007 14:08 WIB
Jakarta -
Sosok Pollycarpus Budihari Priyanto tidaklah asing di mata Joseph Riri Mase. Meski Asrini yang menjadi saksi peninjauan kembali (PK) kasus Munir melihat sosok Polly dalam perjalanan Garuda GA 974, Joseph berkeras tidak melihatnya."Saya kenal termohon (Polly) karena sama-sama kerja di Garuda," ujar Joseph saat diminta keterangannya dalam sidang PK kasus Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat,Rabu (22/8/2007).Dituturkan Joseph, dia berada dalam pesawat GA 974 pada penerbangan 7 September 2004. "Dari Jakarta, transit (di Bandara Changi Singapura) sampai ke Amsterdam, saya tidak lihat," kata pria berbalut kemeja krem itu dengan tegas.Dia menjelaskan, kepergiannya ke Amsterdam adalah dalam rangka memenuhi tugas untuk menjadi Station Manager.Joseph membeberkan, dia sempat melihat Munir di Jakarta saat berjalan menuju pesawat. Kala itu, Munir berjalan dengan seseorang yang kemudian dia ketahui bernama dr Tarmizi Hakim."Bagaimana keadaan Munir?" tanya ketua majelis hakim Andriani Nurdin."Biasa saja, sepintas saja. Tahu Munir meninggal saat sudah di udara 2-3 jam. Saya dibisiki sama purser, katanya kita ada masalah. Saya tanya masalah apa? Kata dia, Pak Munir sakit keras dan perlu pangil bantuan ambulans dan dokter," tutur Joseph.Satu jam sebelum sampai di Badara Schiphol, Amsterdam, Joseph lantas masuk ke kokpit. Begitu tahu Munir sudah meninggal, dia pun melakukan kontak dengan Jakarta dan meminta agar keluarga Munir diberi tahu perihal itu."Munir lalu pindahkan ke sebelah kanan, lalu disalati. Setelah itu baru turun di bandara," jelas dia.Sidang yang berlangsung sejak pukul 09.50 WIB itu berakhir pada pukul 13.00 WIB. Sidang yang mengagendakan mendengarkan keterangan saksi ahli akan digelar 29 Agustus mendatang. Dalam sidang tersebut, rencananya JPU akan mengkonfrontir keterangan Mathius Saleh (ketua penyidik yang disebut-sebut menekan saksi saat memberikan keterangan saksi di BAP) dengan saksi Raymond Latuihamalo alias Ongen.
(nvt/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































