detikPolling
Surat Sakti BIN 'Tewaskan' Munir
Selasa, 21 Agu 2007 11:09 WIB
Jakarta - Untouchable. Begitulah Badan Intelijen Negara (BIN) dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Namun saat surat sakti BIN mengemuka, kedamaian mereka pun terusik. Hasil detikPolling menyimpulkan surat sakti BIN menewaskan Munir.Polling dibuka pada 14 Agustus 2007. Pertanyaan yang muncul adalah, "Surat sakti BIN untuk Polly menjadi novum kasus Munir. Pendapat Anda mengenai keterlibatan BIN dalam pembunuhan aktivis HAM tersebut?"Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "terlibat" dan "tidak terlibat".Hasil polling hingga Selasa (21/8/2007) pukul 11.00 WIB, 1.758 suara telah masuk. Dari total responden, 1.641 (93,34%) suara memilih terlibat, 117 suara (6,66%) memilih tidak terlibat. Selisihnya 86,68 persen.Bebasnya Pollycarpus Budihari Prijanto dari dakwaan membunuh aktivis HAM Munir kini dihantui dengan surat sakti BIN.Surat berstempel BIN yang diteken Wakil Kepala BIN As'ad itu diberikan kepada Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan (kini mantan) pada Juli 2004. Isinya agar Polly diangkat menjadi Aviation Security Staff yang memberinya akses terbang tanpa menjadi pilot.Munir meninggal pada 7 September 2004 dalam pesawat Garuda 974 yang membawanya dari Jakarta, transit di Singapura, menuju Belanda. Polly berada satu pesawat dengan Munir, bahkan sempat tukaran tempat duduk.Namun wujud surat sakti itu sudah tidak ada, karena hilang pada 31 Desember 2004. Indra dan sopirnya sedang salat Jumat di masjid di Hotel Sahid Jaya. Kaca depan mobil Indra pecah dan surat sakti yang ditaruh di dalam tas hilang.Kepala BIN Syamsir Siregar membantah keras keberadaan surat sakti tersebut. Polly juga menyangkal memberikan surat sakti itu langsung kepada Indra.Karena telah lenyap, surat sakti itu dinilai lemah sebagai bukti baru alias novum dalam pengajuan peninjauan kembali (PK) kasus pembunuhan Munir ke MA. Pengakuan maupun kesaksian semata dari Indra dianggap kurang kuat karena harus ada bukti otentik.Namun mantan Wakil Ketua TPF Munir, Asmara Nababan, menyimpulkan ada hubungan antara BIN dengan Polly. Surat sakti menegaskan Polly adalah agen BIN. Jadi pembunuhan Munir merupakan persekongkolan.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikPolling.
(sss/asy)











































