Dirikan Parpol, HTI Tiru dari Gerakan Hizbut Tahrir Dunia
Minggu, 12 Agu 2007 12:15 WIB
Jakarta - Rencana Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk membentuk partai politik belum diputuskan resmi. Namun belajar dari gerakan organisasi Hizbut Tahrir di negara lainnya, HTI mengaku siap berpolitik praktis. "Kita (HT) sudah berpengalaman dengan pemilu. HT pernah ikut pemilu di Lebanon dan Yordania," kata juru bicara HTI, Ismail Yusanto dalam jumpa pers Konferensi Khilafah Internasional di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (12/8/2007).Namun dia enggan menyebutkan alasan pembentukan parpol itu. Yang jelas, Ismail menyangkal parpol yang kelak didirikan merupakan bentuk kekecewaan terhadap parpol Islam yang ada."Selama ini kita tidak ada hambatan bekerjasama dengan parpol-parpol Islam," kilah Ismail.HTI, sambung Ismail, juga tidak pernah menganjurkan golput bagi anggotanya. "Memilih bagi kita adalah hak," imbuhnya.Meski demikian, HTI tidak sepakat dengan sistem demokrasi. Sebab demokrasi membawa jargon kekuasaan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat."Beda dengan yang kita anut, kekuasaan dari Allah, dan untuk kemaslahatan umat. Tujuan awal kita, yaitu khilafah Islamiyah (kepemimpinan Islam)," tegasnya.Ismail juga menegaskan, HTI tetap akan menempuh jalan damai untuk mencapai tujuannya. Kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa HTI akan melakukan kekerasan sangat tidak beralasan."Jadi mungkin orang-orang terlalu curiga, dengan konferensi menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Padahal kita acaranya begini-begini saja, tausiyah kegamaan. Ini bagian dari pendidikan umat," jelas Ismail.
(fiq/djo)











































