Israel Bunuh Kepala Sayap Militer Hamas yang Baru di Gaza

Israel Bunuh Kepala Sayap Militer Hamas yang Baru di Gaza

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 28 Mei 2026 03:40 WIB
Israeli soldiers stand guard as Syrian Druze people cross back into Syria at the Israeli-Syrian border, in the Israeli-controlled Golan Heights town of Majdal Shams, Thursday, July 17, 2025. (AP Photo)
Foto: AP Photo/File
Jerusalem -

Israel mengklaim telah membunuh kepala sayap bersenjata Hamas yang baru, Mohammed Odeh, dalam serangan di Gaza. Israel terus melancarkan serangan ke Gaza meskipun gencatan senjata masih berlangsung.

Dilansir AFP, Kamis (28/5/2026), sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, Israel secara sistematis menargetkan para pemimpin Hamas, baik di Gaza maupun di seluruh wilayah.

Odeh adalah kepala keempat Brigade Ezzedine Al-Qassam yang menurut Israel telah dibunuh sejak dimulainya perang Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan bersama, militer Israel dan badan keamanan domestik Shin Bet mengatakan Odeh meninggal pada Selasa lalu, dan mengatakan bahwa ia telah diangkat sebagai kepala brigade setelah pembunuhan Ezzedine al-Haddad pada 15 Mei.

Dalam pernyataan yang mengkonfirmasi Odeh sebagai kepala stafnya, sayap bersenjata Hamas mengatakan ia tewas dalam serangan Israel pada Selasa malam.

"Dengan penuh kebanggaan, kehormatan, martabat, dan keberanian, Brigade Ezzedine Al-Qassam mengumumkan kemartiran salah satu pemimpin terkemuka perlawanan Palestina," demikian pernyataan tersebut, menambahkan bahwa ia terbunuh "dalam operasi pembunuhan pengecut yang mengakibatkan kemartiran dirinya, istrinya, dan anak-anaknya".

Seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa tiga anak Odeh tewas, termasuk dua pria dewasa dan seorang gadis di bawah usia 18 tahun.

Pemakaman Odeh dan keluarganya berlangsung pada hari Rabu di Kota Gaza, dengan ratusan pelayat hadir. Sebuah AK-47 diletakkan di atas jenazah Odeh saat kerumunan orang membawanya ke masjid untuk salat jenazah.

Odeh terbunuh selama hari raya Idul Adha. Bassem Abu Odeh, sepupunya, menyebut bahwa almarhum dan keluarganya "siap menyambut Idul Adha, tetapi sebaliknya Zionis kriminal menyambut dan menargetkan mereka dengan rudal".

(fas/fas)


Berita Terkait