Perlu Tes Kelayakan Sebelum Bongkar Tol Jembatan Tiga
Sabtu, 11 Agu 2007 17:09 WIB
Jakarta - Secara kasat mata kebakaran di kolong tol Jembatan Tiga mengakibatkan konstruksi interchange Pluit rusak berat. Namun dibutuhkan tes uji kelayakan sebelum memutuskan pembongkaran tol itu."Kita belum dapat memastikan pembongkaran tol. Keputusan bongkar dan tidaknya diperlukan tes untuk menguji layak tidaknya, bukan secara visual saja," kata Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Daddy Hariadi, pengelola jalan tol Cawang-Pluit, kepada detikcom, Sabtu (11/8/2007).Menurut dia, pembongkaran membutuhkan dana besar dan pertimbangan yang terencana."Kalau sampai putusannya dibongkar, kita harus bikin jalan baru, masyarakat tidak bisa lewat lagi, dan kemacetan total. Biaya bongkar saja mahal, dan harus memasang lagi," terang Daddy.Jika putusannya harus dibongkar, Daddy menerima. "Walau berat kita harus lakukan. Kasihan pengguna jalan," cetusnya.Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Jalan Departemen Pekerjaan Umum (PU) masih meneliti kerusakan akibat kebakaran pada 7 Agustus 2007tersebut.Selain Puslitbang Jalan, penelitian juga dilakukan badan konsultan independen Wiratwan and Associates. Hasil penelitian itu akan memberikan rekomendasi seputar penanganan tol.
(aan/nrl)











































