Dephan Rela Anggarannya Dipotong untuk Penanganan Lapindo
Kamis, 09 Agu 2007 17:45 WIB
Jakarta - Anggaran 14 departemen bakal dipotong. Salah satu departemen yang akan terkena pemotongan adalah Dephan. Pemotongan anggaran ini untuk penanganan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.Menurut Menhan Juwono Sudarsono, Dephan sebagai salah satu dari 14 departemen yang dikenai pemotongan anggaran, rela bila sebagian anggarannya digunakan untuk penanganan Lapindo. Namun dia berharap anggaran untuk TNI tidak akan dipotong."Kita harapkan untuk Mabes TNI tidak dipotong. Karena mereka operasional, sedangkan Dephan kebanyakan administrasi dan kebijakan. Kita bisa potong-potong sebagian yang tidak perlu," kata Juwono usai menghadiri diskusi di Hotel Mandarin Oriental, Jl Thamrin, Jakarta, Kamis (9/8/2007).Namun demikian, lanjut Juwono, sedikit banyaknya pemotongan itu akan mempengaruhi pembelian alutsista yang direncanakan bagi TNI. Namun, sebelum ada kebijakan pemotongan anggaran, menurutnya, selama ini anggaran untuk pertahanan masih di bawah 50 persen anggaran minimum.Terkait pembiayaan pengembangan industri strategis, khususnya untuk membuat alutsista di dalam negeri terus berlanjut, saat ini Depkeu dan Bank Indonesia sedang mencari atau membahas regulasinya. Tujuannya adalah, bagaimana bisa mengeluarkan kebijakan untuk memproduksi alutsista dalam negeri melalui bank pemerintah."Kalau itu disetujui, kemungkinan pinjamnan dari bank pemerintah antara US$ 600 juta sampai US$ 700 juta," imbuh Juwono.Dia melanjutkan, bank yang sudah menyatakan siap untuk membantu adalah BNI dan Bank Mandiri. Namun bila dimungkinkan adanya pinjaman dari bank swasta, maka dana yang didapat bisa lebih besar dari pinjaman bank pemerintah. Karena pinjaman dari bank swasta, nominalnya tidak terbatas.14 departemen yang angaranya dipotong antara lain untuk pembiayaan infrastruktur, mendukung kegiatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan penanganan Lapindo.
(nvt/sss)











































