Cerita Gempa Jakarta
Pasrah Terjebak di Lantai 12
Kamis, 09 Agu 2007 06:31 WIB
Jakarta - Tidak sedikit warga Jakarta yang harus merasakan gempa ketika berada di gedung-gedung tinggi. Panik dan takut yang melanda tiba-tiba membuat sebagian dari mereka hanya bisa pasrah 'menikmati' guncangan 7 SR.Gempa 7 SR yang terasa di Jakarta sekitar pukul 00.04 WIB, Kamis (9/8/2007) masih menyisakan trauma bagi sebagian orang. Apalagi jika terjebak di lantai 12 sebuah gedung dan bingung hendak ke mana.Demikian salah satu pengalaman yang dirasakan pembaca detikcom Bakhri Kurniawan yang dituturkan melalui email."Saya bekerja di sebuah perusahaan foreign exchange. Kebetulan malam ini saya bekerja shift malam, di Graha Niaga Sudirman Lantai 12. Jadi, pada saat gempa terjadi, sangat terasa sekali goncangannya," tulis Bakhri.Bakhri yang bekerja bersama seorang temannya terkejut ketika guncangan begitu keras tiba-tiba terjadi. Suara gemuruh di langit-langit ruangannya ditambah suara kreeek dari dinding-dinding kantor dan pintu-pintu ruanganterbuka dengan sendirinya mbuat keduanya panik."Teman saya panik luar biasa dan berteriak gempa... gempa.. gedung ini mau rubuh. Lalu dalam keadaan panik, saya dan teman saya keluar dari ruangan kantor tapi bingung mau kemana," cerita Bakhri."Mau naik lift bahaya, mau lewat tangga darurat, takut di pintu dibawah terkunci alias tidak dibuka (karna kantor yang buka 24 jam di gedung ini hanya kantor saya, jadi tidak diprioritaskan). Akhirnya saya dan teman saya hanya bisa pasrah sambil merasakan guncangan dengan syok," kisah Bakhri.Bersama temannya, Bakhri hanya bisa menunggu di luar ruangan kantor. Setelah gempa selesai keduanya kembali masuk. Namun Bakhri menyesalkan pihak pengelola gedung yang tidak memberikan informasi apa pun atau melakukan pengecekan."Seperti tidak terjadi apa-apa, saya tidak dapat informasi apa pun baik itu melalui pengecekan tiap-tiap lantai, ataun melalui pengeras suara," sesal Bakhri.Setali tiga uang dengan pengalaman yang dirasakan Bakhri, pembaca detikcom lainnya I Ketut Adia Cipta Pratama menceritakan dirinya bersama dua temannya sempat terjebak di lantai 26 Gedung BDN."Saya merasakan gedung mulai sedikit bergetar. Eh nggak begitu lama kemudian gedung bergoyang. Serentak kami yang bertiga lari mencari jalan keluar ruangan," cerita Pratama.Namun sayangnya, ketika sampai di depan, pintu utama telah dikunci oleh penjaga. "Dalam keadaan panik kami mencoba menunggu sekuriti datangmembukakan kami pintu, bahkan ada teman yang mencoba mendobrak pintu kaca, tapisayang pintu itu didesain bukan untuk didobrak," tutur Pratama.Akhirnya petugas sekuriti pun datang, tapi setelah gempa hampir berakhir. "Sangat disayangkan, sekuriti datang setelah amplitudo goyangan berkurang," keluh Pratama.Karena takut gempa susulan, bersama dua rekannya, Pratama turun melalui tangga darurat " Turun dari lantai 26 sampai ke B1 lumayan cape juga. Ya begitualah demi nyawa yang apa saja kita perjuangkan," pungkasnya.
(bal/anw)











































