SBY Minta Produsen Obat Jalan-jalan ke Pelosok

SBY Minta Produsen Obat Jalan-jalan ke Pelosok

- detikNews
Jumat, 03 Agu 2007 11:30 WIB
Jakarta - Walaupun obat murah seribu (Rp 1.000) sudah beredar di masyarakat, namun masih banyak masyarakat yang belum bisa mengkonsumsinya. Penyebabnya bisa jadi karena mereka belum mengetahui ada obat seribu atau mungkin belum tersebar ke daerah-daerah pelosok.Presiden SBY pun meminta produsen obat jalan-jalan ke daerah pelosok. Hal itu penting untuk mengetahui bagaimana konsumsi obat masyarakat di daerah. "Jadi biar tahu datanglah ke pelosok bagaimana mereka mengkonsumsi obat, bagaimana mereka kalau sakit dan biar tahu bagaimana meringankan beban sakitnya," cetus SBY dalam pembukaan Munas Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia XIII di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (3/8/2007).SBY menambahkan, selama ini dirinya tetap berusaha memelihara komunikasi dengan masyarakat di daerah seperti dengan buruh atau pun nelayan dan pengusaha farmasi. SBY berharap agar produksi farmasi Tanah Air bisa masuk global mainstream."Jadi kan bisa diperoleh devisa dan itu bisa menjadi component group untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar SBY.Bila farmasi di Tanah Air terus berkembang, lanjut SBY, maka dampaknya akan ada ketersediaan obat, negara dapat menerima pemasukan dari pajak dan lapangan kerja akan terbuka."Teruskan penelitian dan pengembangan agar diperoleh obat yang berkualitas aman dan bermutu tinggi dan berkhasiat," kata doktor pertanian dari IPB ini.SBY meminta kepada lima menteri yakni Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk bertemu dengan asosiasi farmasi tersebut agar bisa menemukan kebijakan agar tetap menjalankan pemberian obat murah bagi masyarakat."Kita kan ada ancaman penyakit menular seperti malaria, HIV/AIDS dan flu burung. Siapa tahu juga dari Indonesia bisa memproduksi sesuatu yang bisa mengubah sejarah kemanusiaan, contohnya obat kanker yang cespleng," ungkapnya. (ziz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads