Jagung di Antara Nyiur Melambai

Ekspedisi BBN

Jagung di Antara Nyiur Melambai

- detikNews
Kamis, 02 Agu 2007 12:37 WIB
Jagung di Antara Nyiur Melambai
Gorontalo - Hari kedua menempuh Trans-Sulawesi antara Gorontalo dan Palu masih diwarnai pemandangan kelapa di mana-mana. Namun sesekali terlihat ladang jagung terhampar luas.Provinsi Gorontalo merupakan salah satu sentra produksi jagung di Pulau Sulawesi. Pada tahun 2005, Deptan melansir data produksi jagung Gorontalo mencapai 400 ribu ton per tahun.Di Sulawesi, angka itu hanya dikalahkan Sulawesi Selatan dengan produksi mencapai 705.995 ton. Namun dengan jumlah penduduk yang hanya 888.555 jiwa dan luas 12.215,19 km (terkecil di antara provinsi lain di Sulawesi), Gorontalo bisa dikatakan luar biasa.Apa rahasia keberhasilan Gorontalo? Ternyata Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad memiliki visi pangan yang kuat."Sebagai gubernur, pertama yang saya pikir adalah pangan rakyat," ujar Fadel memberi sambutan saat melepas tim ekspedisi Bahan Bakar Nabati (BNN) 2007, Rabu (1/8/2007).Selain untuk ekspor, jagung juga menjadi pangan rakyat. Ketika tim Ekspedisi BBN mampir makan siang di Pantai Bumbulan, Marisa, Gorontalo, jagung rebus juga menjadi hidangan.Jadi, jika Anda menelusuri trans-Sulawesi antara Gorontalo menuju Sulawesi Tengah, terlihat ladang jagung di kiri-kanan jalan. Jagung tumpang sari di antara kelapa-kelapa yang melambai.Pemandangan ini terus mendominasi hingga memasuki wilayah Sulteng. Melewati kota Marisa, Gorontalo, mulai tampak tanaman kelapa sawit dan hutan bakau yang memagari teluk Gorontalo. (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads