Busway Koridor X Dibangun, Lalu Lintas Kontainer Dibagi Per Shift
Selasa, 31 Jul 2007 14:11 WIB
Jakarta - Pembangunan busway Koridor X yang menghubungkan Cililitan hingga Tanjung Priok pertenghan Agustus nanti, dipastikan akan menyebabkan kemacetan luar biasa. Hal itu karena banyak titik keruwetan di sepanjang jalan itu seperti di UKI-Cawang, Rawasari, Podomoro, Plumpang, hingga Pelabuhan Tanjung Priok."Terutama oleh arus kontainer yang padat melintas di area Tanjung Priok," kata kata Kepala Sarana Perkotaan Jakarta Utara, M. Yuliadi, di kantor Walikota Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Selasa (31/7/2007).Untuk mengantisipasi macet yang lebih parah, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan. Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah memberi jam khusus untuk kontainer melintas atau sistem shift."Seperti apa sistem shift yang akan dberlakukan masih dalam tahap pembahasan. Sistem shift ini diperlukan mengingat Jalan Yos Sudarso yang akan dijadikan jalur busway merupakan akses vital menuju pelabuhan," ujar Yuliadi.Selain kemacetan, banjir masih menjadi ancaman untuk koridor X. Seperti bajir besar Februari lalu, hampir sepanjang Pulomas hingga Plumpang Semper teredam banjir. Bahkan di beberapa tempat mencapai satu meter lebih."Itu perlu ditinggikan dulu. Terutama Jalan Yos Sudarso. Kalau nggak nanti repot kalau banjir," ucapnya.Hingga saat ini, kata Yuliadi, rencana pembangunan masih dalam tahap tender. Diperkirakan lelang selesai pada minggu pertama Agustus. "Setelah itu, pembangunan dapat langsung dikerjakan," imbuhnya.Pada koridor X yang akan memakan jalan sepanjang 34 km ini, khusus di Jakarta Utara akan dibangun lima halte. Kelima shelter itu yakni di perempatan Cempaka Putih-Kelapa Gading, depan pabrik motor Honda, Plumpang, Pertigaan Enggano, dan terminal Tanjung Priok.
(Ari/nrl)











































