Polda Jateng Otopsi Korban Penyakit Misterius
Jumat, 27 Jul 2007 16:38 WIB
Semarang - Meski bukan termasuk tindak pidana, Polda Jateng ikut terlibat menangani kematian misterius di Dusun Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Magelang. Mereka melakukan otopsi salah satu korban tewas. Sebelumnya, warga menolak jenasah keluarganya diotopsi atas pertimbangan kemanusian dan agama. Korban tewas yang akhirnya diizinkan diotopsi adalah Pailah (50). Ia meninggal di RS Tidar Magelang pada pukul 01.00 WIB, Jum'at (27/7/2007). Kapolda Jateng Irjen Pol Dody Sumantyawan meminta keluarga korban bisa memahami, sehingga permasalahan ini bisa ditangani dengan baik. Hasil dari otopsi itu akan dirangkum dengan pemeriksaan laboratorium lain."Ini kan terjadi terus, belum bisa diatasi dan harus secepatnya diketahui. Salah satu upaya itu adalah dengan melakukan otopsi. Hari ini sedang kita lakukan," katanya di Mapolwiltabes Semarang, Jalan DR Sutomo, Jum'at (27/7/2007). Dody tidak menyebutkan kapan hasil otopsi bisa dipublikasikan. Namun ia memastikan jika hasilnya sudah keluar, maka pihaknya akan memberikannya ke Dinkes dan memublikasikannya."Otopsi butuh waktu. Secepat mungkin kami lakukan. Ini kan demi kepentingan bersama," katanya.Sebagaimana diketahui, penyakit misterius mewabah di Dusun Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Magelang. Berdasarkan data terakhir, 10 orang tewas hanya dalam waktu 4-5 hari dan 21 orang lainnya dirawat di Puskesmas dan RS Tidar Magelang.
(try/nrl)











































