Jurus Merayu Bos Agar Mau Memvaksinasi Flu Anak Buahnya

Jurus Merayu Bos Agar Mau Memvaksinasi Flu Anak Buahnya

- detikNews
Kamis, 26 Jul 2007 08:22 WIB
Jakarta - Vaksinasi flu? Untuk apa sih? Kalau sakit flu minum obat dan istirahat saja, nanti juga sembuh.Jawaban seperti itu sangat mungkin muncul saat anda meminta bos memvaksinasi anak buahnya dengan alasan kesehatan. Lalu bagaimana dong meyakinkan bos kalau vaksinasi flu sangat menguntungkan bagi perusahaan? Ini dia tipsnya."Saya tunggu dulu sampai asistennya (bos) sakit kena flu. Terus saya bilang dirumahkan saja daripada menulari yang lain," kata dokter perusahaan PT Unilever Johny Sulistio usai seminar Corporate Life Enrichment di Hotel JW Marriott, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2007).Asisten yang biasa membantu pekerjaannya sehari-hari tidak ada. Bos pasti kebingungan. Johny mengatakan pada saat itu ia menanyakan pandangan bosnya saat asistennya tidak bisa bekerja."Pandangan bapak apa? Saya tanya gitu. Akhirnya dia ngeluh banyak pekerjaannya yang tidak tertangani," tutur Johny.Johny mengatakan pandangan bosnya terhadap vaksin flu sangat skeptis. Menurutnya flu itu tidak berbahaya dan tidak merepotkan. Tapi setelah asistennya sakit, pandangan si bos berubah."Iya juga ya. Ini ada sisi ekonomi yang loss. Berapa hari dia nggak kerja, berapa juga biaya akibat dia nggak masuk. Padahal vaksin lebih murah," kata si bos seperti yang ditirukan Johny.Johny mengatakan pada awalnya biarkan saja si bos hanya memvaksin karyawan-karyawan yang berhubungan langsung dengannya saja. Namun lama kelamaan bos pasti sadar manfaat dari vaksin flu itu.Lebih lanjut, Johny mengatakan vaksin sebaiknya tidak hanya diberikan pada karyawan itu sendiri. Keluarganya yang tinggal satu rumah dengannya juga harus diberi vaksin."Percuma kalau cuma satu. Kalau ada anggota keluarganya yang sakit, kan yang lain jadi kebingungan," ujarnya.Sekali lagi Johnya menegaskan tips untuk merayu bos memvaksinasi flu anak buahnya. "Saya tunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya. Ini sebuah anjuran," paparnya. (gah/nvt)


Berita Terkait