Ancaman Bom di Pesawat
Ancaman Langka yang Menakutkan
Rabu, 25 Jul 2007 13:14 WIB
Jakarta - Ancaman bom menimpa gedung perkantoran, sekolah, mal, sudah sering terjadi. Tapi bagaimana jika ancaman ditujukan pada pesawat terbang? Kadar mengerikannya tentu lebih berlipat.Di Indonesia, ancaman bom cukup sering terdengar. Tapi ancaman yang ditujukan pada pesawat terbang, sungguhlah langka.Sepanjang tahun ini, baru pada Rabu (25/7/2007) sajalah ancaman bom ditujukan pada pesawat Lion Air. Penerimanya bukan aparat Lion Air langsung, melainkan seorang penumpang bernama Ryan Kurniawan. Ryan adalah pemuda yang sedang berlibur. Dia adalah salah satu penumpang Lion Air JT 771 jurusan Manado-Jakarta. Ketika proses boarding, teleponnya berbunyi. Penelepon menyembunyikan nomornya alias private number. Penelepon menyatakan, ada bom di tasnya.Tak mau ambil risiko, Ryan pun lapor pada petugas Lion Air. Penumpang dievakuasi, penyisiran dilakukan. Setelah dua jam lebih, hasilnya nihil. Tak ada barang berbahaya yang tercium. Pesawat pun terbang ke tujuan.Tapi pesawat terbang tanpa Ryan. Dia harus menjalani pemeriksaan polisi di Poltabes Manado guna menjelaskan ancaman yang masuk ke ponselnya itu. Penerbangannya ke Jakarta tertunda. Untuk sementara, polisi menduga pelakunya adalah orang iseng.Di Indonesia, ancaman bom yang menimpa pesawat atau penumpangnya pertama terdengar pada 2006 lalu. Pada 23 Maret 2006, KLM Royal Deutch Airlines dengan nomor penerbangan 810 tujuan Jakarta-Amsterdam via Kuala Lumpur diancam bom di Bandara Cengkareng. Ancaman diterima oleh petugas KLM di bandara.Sebanyak 260 Penumpang yang telah berada di dalam perut pesawat pun dievakuasi untuk dilakukan penyisiran. Setelah beberapa jam, pesawat pun lepas landas. Ancaman itu nihil.Lalu pada 1 September 2006, ancaman menimpa pesawat Kal Star rute Semarang ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dan pesawat Trigana Air rute Surabaya ke Pangkalan Bun. Kedua pesawat akan diledakkan saat di udara lewat remote control secara bersamaan oleh seorang buronan FBI dan KGB. Ancaman dikirimkan lewat faks. Setelah penyisiran beberapa jam, ancaman itu cuma lelucon saja.Hingga kini belum diketahui siapa saja pelaku ancaman iseng yang meresahkan itu. Berkaca dari kesuksesan Polda Metro Jaya yang awal tahun ini sukses membekuk tersangka pengancam bom via telepon, tentu pengancam bom pada pesawat juga harus diburu. Agar orang iseng itu jera, agar tidak memberi inspirasi pada orang iseng lainnya.
(nrl/umi)











































