Praja Tewaskan Pengojek, Rektor IPDN Paling Bertanggung Jawab
Selasa, 24 Jul 2007 11:21 WIB
Jakarta - Rekomendasi Tim Evaluasi IPDN diharap mampu mengubah tradisi IPDN. Namun harapan tinggal harapan, kekerasan terjadi lagi. Rektor dan pengurus IPDN jadi sorotan."Sudah jelas (yang bertanggung jawab) manajernya, mulai dari rektor sampai pembina akademis," tegas pakar pendidikan Arief Rachman kepada detikcom, Selasa (24/7/2007).Arief pesimistis watak praja IPDN bisa diubah. Sebab kualitas dosen tidak semuanya menjanjikan. Mereka lebih banyak dari kalangan birokrat ketimbang seorang pendidik."Padahal rekomendasi Tim Evaluasi IPDN kemarin termasuk mengusulkan pergantian dosen, perbaikan pimpinan, dan kurikulum," katanya.Namun soal pembubaran seperti yang kini disuarakan tidak hanya kalangan DPR tapi juga warga Jatinangor sendiri, Arief tidak sependapat.Sebagai lembaga yang mencetak birokrat, diperlukan institusi yang berada di bawah Depdagri, namun tetap mengikuti standar pendidikan yang ditetapkan Dikti Depdiknas."Ini bukan setuju dibubarkan atau tidak. Yang jadi masalah itu 4.000 yang tersisa ini. Mereka harus direhabilitasi," katanya. Namun diakuinya aksi pengeroyokan praja IPDN terhadap Wendi Budiman akan membuat warga Jatinangor antipati terhadap keberadaan mereka."Itu pasti (antipati), apalagi orangnya meninggal. Tapi harus dilihat juga dari masyarakat ada nggak penyulutnya. Terlepas dari itu saya usulkan agar rekomendasi Tim Evaluasi IPDN bisa seceparnya dilaksanakan," tutur dia.
(umi/nrl)











































