Seorang wanita bernama Soimah menerima kunci rumah subsidi dari Pemerintah. Wanita yang berprofesi sebagai baby sitter ini merasa bahagia karena tak lagi mengontrak.
"Kami sangat bahagia. Sekarang saya dan anak-anak bisa tinggal di rumah sendiri tanpa ngontrak lagi. Proses KPR FLPP cepat, kualitas bangunan bagus, airnya juga lancar dan bening. Terima kasih Presiden Prabowo dan Pak Menteri PKP," kata Soimah usai menerima kunci rumah dari Menteri PKP, Maruarar Sirait di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Selain Soimah, beberapa masyarakat yang menerima kunci rumah subsidi yakni Heni Purwaningsih (49) yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART). Kemudian penerima rumah subsidi pemerintah lainnya yakni Ratih Pratiwin, satpam perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruarar merasa terharu para pekerja informal, seperti ART dan baby sitter bisa menikmati rumah subsidi. Dia mengatakan pengadaan rumah subsidi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, saya diperintahkan membantu masyarakat kecil mendapat rumah subsidi, seperti ART, sopir, baby sitter, office boy, office girl, hingga pekerja informal lainnya," jelas Ara.
Maruarar menerangkan program rumah untuk ART sudah lama disiapkan dengan desain pemerataan bagi semua segmen pekerja.
"Di zaman Presiden Prabowo, ART bisa punya rumah subsidi. Mereka menangis bahagia karena tak pernah membayangkan punya rumah. Saya diperintah langsung untuk urus rakyat kecil. Sebagai menteri, saya tak punya visi misi lain selain menjawab kebutuhan rumah lewat rumah subsidi sebagai program utama presiden," tegasnya.
Ketua BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menambahkan kuota rumah untuk ART disiapkan sekitar 2-3 ribu unit.Dia mengatakan kebutuhan rumah dinaikkan jadi 50 ribu.
"Sifatnya fleksibel. Sekarang paling besar kebutuhan rumah ada di tenaga kerja atau buruh, dari kebutuhan 20 ribu rumah, sekarang dinaikkan jadi 50 ribu unit," jelas Heru.
Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan bentuk Pemerintah mengurangi backlog perumahan yang masih 9,9 juta unit. Skema ini memberi akses rumah subsidi lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat, termasuk pedagang, petani, nelayan, marbot masjid, hingga pemulung.
Tonton juga video "Menteri Ara Hadiri Penyerahan 1.080 Rumah Subsidi di Sumedang" di sini:
(idn/dhn)