Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mengatakan sistem Mandala Quick Response untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet sangat penting diterapkan. Nurhadi mendukung terobosan digital untuk percepatan layanan kesehatan itu.
"Kami tentu mendukung langkah Pemprov DKI yang ingin memastikan ambulans bisa melintas lebih cepat dan aman melalui sistem pemantauan CCTV secara real time. Terobosan digital seperti ini penting agar pelayanan kesehatan darurat tidak terkendala kemacetan," kata Nurhadi kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Nurhadi menerangkan pemerintah daerah harus memastikan sistem ini benar-benar siap baik dari segi kualitas maupun kecepatan. Jangan sampai, kata Nurhadi, sistem itu hanya wacana teknologi yang implementasinya tidak optimal.
"Namun, pemerintah daerah juga perlu memastikan sistem ini benar-benar siap secara infrastruktur, mulai dari kualitas jaringan, integrasi dengan command center, hingga kecepatan respons aparat di lapangan. Jangan sampai hanya sebatas wacana teknologi, tapi implementasinya belum optimal," ujarnya.
Lebih lanjut, Nurhadi mengatakan sistem untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet mendesak diterapkan. Menurutnya, setiap detik sangat berharga ketika menyangkut nyawa pasien.
"Menurut saya, hal ini cukup mendesak dilakukan, karena setiap detik sangat berharga ketika menyangkut nyawa pasien. Jadi sistem ini bisa menjadi bagian dari modernisasi layanan kesehatan darurat di perkotaan, sekaligus meringankan peran pengawalan manual yang selama ini masih bergantung pada sipil," ujarnya.
Legislator PAN Dukung Sistem Bantu Ambulans Hindari Rute Macet
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Ashabul Kahfi mendukung sistem Mandala Quick Response terobosan Polda Metro Jaya untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet. Ashabul mengatakan ambulans adalah kendaraan kemanusiaan yang di dalamnya ada pasien membutuhkan pertolongan cepat.
"Ambulans adalah kendaraan kemanusiaan. Di dalamnya sering ada pasien yang membutuhkan pertolongan cepat, bahkan menyangkut nyawa. Maka, apa pun inovasi yang bisa memperlancar perjalanannya, tentu kita harus dukung," kata Ashabul dihubungi terpisah.
Ashabul menerangkan pemantauan CCTV untuk ambulans ini akan mengurangi hambatan yang terjadi di jalan. Selama ini, kata Ashabul, yang sering terjadi adalah ketergantungan pada pengawalan sipil.
"Pemanfaatan CCTV dan sistem pemantauan digital akan mengurangi hambatan di jalan, tanpa harus bergantung pada pengawalan sipil seperti yang selama ini sering kita lihat," kata Ashabul.
Ashabul memandang sistem ini sangat penting diterapkan saat ini. Dia menyebut sistem ini bisa memotong waktu tempuh yang bukan hanya sekadar program teknis tapi juga penyelamatan nyawa pasien.
"Bagi kami di Komisi IX DPR RI, sistem ini sangat urgen diterapkan. Setiap menit dalam perjalanan ambulans bisa menentukan hidup dan mati seorang pasien. Jadi kalau ada teknologi yang bisa memotong waktu tempuh, ini bukan sekadar program teknis, tapi penyelamatan nyawa," ujarnya.
Lebih lanjut, Ashabul mendorong sistem ini diterapkan secara konsisten yang terintegrasi dengan dinas kesehatan (dinkes). Menurut legislator PAN ini, perlu ada evaluasi berkala saat CCTV ini mulai diterapkan.
"Ke depan, saya kira sistem ini juga bisa diperluas, bukan hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota besar lain. Kita ingin standar pelayanan kesehatan darurat makin baik, sejalan dengan semangat pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil, cepat, dan berkualitas bagi seluruh rakyat," lanjutnya.
(whn/jbr)