Anggota DPR Minta Sistem Permudah Ambulans Hindari Macet Tak Cuma Wacana

Anggota DPR Minta Sistem Permudah Ambulans Hindari Macet Tak Cuma Wacana

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 13:54 WIB
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi NasDem Nurhadi.
Foto: Nurhadi (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mengatakan sistem Mandala Quick Response untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet sangat penting diterapkan. Nurhadi mendukung terobosan digital untuk percepatan layanan kesehatan itu.

"Kami tentu mendukung langkah Pemprov DKI yang ingin memastikan ambulans bisa melintas lebih cepat dan aman melalui sistem pemantauan CCTV secara real time. Terobosan digital seperti ini penting agar pelayanan kesehatan darurat tidak terkendala kemacetan," kata Nurhadi kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurhadi menerangkan pemerintah daerah harus memastikan sistem ini benar-benar siap baik dari segi kualitas maupun kecepatan. Jangan sampai, kata Nurhadi, sistem itu hanya wacana teknologi yang implementasinya tidak optimal.

"Namun, pemerintah daerah juga perlu memastikan sistem ini benar-benar siap secara infrastruktur, mulai dari kualitas jaringan, integrasi dengan command center, hingga kecepatan respons aparat di lapangan. Jangan sampai hanya sebatas wacana teknologi, tapi implementasinya belum optimal," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Nurhadi mengatakan sistem untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet mendesak diterapkan. Menurutnya, setiap detik sangat berharga ketika menyangkut nyawa pasien.

"Menurut saya, hal ini cukup mendesak dilakukan, karena setiap detik sangat berharga ketika menyangkut nyawa pasien. Jadi sistem ini bisa menjadi bagian dari modernisasi layanan kesehatan darurat di perkotaan, sekaligus meringankan peran pengawalan manual yang selama ini masih bergantung pada sipil," ujarnya.

Legislator PAN Dukung Sistem Bantu Ambulans Hindari Rute Macet

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Ashabul Kahfi mendukung sistem Mandala Quick Response terobosan Polda Metro Jaya untuk memudahkan ambulans di Jakarta melewati jalan bebas macet. Ashabul mengatakan ambulans adalah kendaraan kemanusiaan yang di dalamnya ada pasien membutuhkan pertolongan cepat.

"Ambulans adalah kendaraan kemanusiaan. Di dalamnya sering ada pasien yang membutuhkan pertolongan cepat, bahkan menyangkut nyawa. Maka, apa pun inovasi yang bisa memperlancar perjalanannya, tentu kita harus dukung," kata Ashabul dihubungi terpisah.

Ashabul menerangkan pemantauan CCTV untuk ambulans ini akan mengurangi hambatan yang terjadi di jalan. Selama ini, kata Ashabul, yang sering terjadi adalah ketergantungan pada pengawalan sipil.

"Pemanfaatan CCTV dan sistem pemantauan digital akan mengurangi hambatan di jalan, tanpa harus bergantung pada pengawalan sipil seperti yang selama ini sering kita lihat," kata Ashabul.

Ashabul memandang sistem ini sangat penting diterapkan saat ini. Dia menyebut sistem ini bisa memotong waktu tempuh yang bukan hanya sekadar program teknis tapi juga penyelamatan nyawa pasien.

"Bagi kami di Komisi IX DPR RI, sistem ini sangat urgen diterapkan. Setiap menit dalam perjalanan ambulans bisa menentukan hidup dan mati seorang pasien. Jadi kalau ada teknologi yang bisa memotong waktu tempuh, ini bukan sekadar program teknis, tapi penyelamatan nyawa," ujarnya.

Lebih lanjut, Ashabul mendorong sistem ini diterapkan secara konsisten yang terintegrasi dengan dinas kesehatan (dinkes). Menurut legislator PAN ini, perlu ada evaluasi berkala saat CCTV ini mulai diterapkan.

"Ke depan, saya kira sistem ini juga bisa diperluas, bukan hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota besar lain. Kita ingin standar pelayanan kesehatan darurat makin baik, sejalan dengan semangat pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil, cepat, dan berkualitas bagi seluruh rakyat," lanjutnya.

Ambulans Dibantu Lewat Rute Bebas Macet

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan ambulans di Jakarta nantinya akan terintegrasi dalam sistem Mandala Quick Response, sehingga pergerakannya bisa dipantau secara real-time tanpa perlu lagi dikawal sipil. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan sistem ini akan membantu sopir ambulans memilih jalur tercepat saat kondisi darurat.

Selama ini, masih banyak ambulans yang dikawal sipil di jalan raya, padahal praktik itu tidak dibenarkan.

"Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan kami, ambulans-ambulans yang nantinya akan bergerak, nanti akan bisa terpantau kendaraan yang terdekat, sehingga dalam setiap kegiatan ambulans, mungkin saat ini kalau misalnya Bapak lihat banyak ambulans-ambulans yang dikawal-kawal sipil, nah itu tidak dibenarkan," kata Komarudin saat apel kolaborasi penanganan kemacetan di Monas, Rabu (27/8).

Lihat Video 'Pengakuan Jukir di Sulsel yang Viral Bantu Ambulans Terjebak Macet':

Halaman 3 dari 2
(whn/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads