Menteri P2MI Resmi Luncurkan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Menteri P2MI Resmi Luncurkan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 12:32 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding (Foto: Dok. KP2MI)
Jakarta -

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) resmi meluncurkan Era Baru Kredit Usaha Rakyat Penempatan Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) dan Penguatan Pelindungan Konsumen. Penguatan Perlindungan Konsumen ini untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

"Dengan mengucapkan bismillahirohmanirohim kami resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia," kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara peluncuran ini dihadiri sekitar 1.000 CPMI. Karding berharap KUR ini akan memberi manfaat untuk para calon pekerja migran.

"Dengan mengucapkan bismillahirohmanirohim dengan memohon ridho dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dan semoga launching atau launching KUR ini bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk Pekerja Migran Indonesia," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Karding mengatakan proses pengurusan KUR tak boleh terlalu lama. Dia menuturkan dalam KUR ini juga tidak ada agunan, jumlah maksimum Rp 100 juta, dan bunga tidak boleh lebih dari 6 persen.

"KUR ini bisa dimanfaatkan oleh calon pekerja migran atau pekerja migran untuk beberapa pembiayaan yang syaratnya sebenarnya saya minta dipermudah," ujarnya.

Dia mengatakan KP2MI juga bekerja sama dengan Bank Indonesia serta bank daerah dalam peluncuran KUR ini. Dia mengatakan yang dibiayai dalam KUR ini yakni biaya pelatihan, keberangkatan dan waktu sebelum dapat upah bekerja.

"Negara bersama kita semua, harus melindungi semampu-mampunya agar pekerja migran itu bekerja secara aman dan nyaman," ujarnya.

Lebih lanjut, Karding mengatakan para calon pekerja migran biasanya kesulitan dalam hal biaya penempatan yang membuat keluarga di kampung menjadi terbebani hutang. Dia berharap hadirnya KUR ini dapat membantu para calon pekerja migran.

"Harapan untuk PMI dan keluarga KUR ini mampu membuat CPMI berangkat lebih siap dan terlindungi. Jadi masalah kita selama ini, kenapa banyak kekerasan, banyak pelanggaran hak kerja, kontrak kerja, itu karena selain non prosedural, kita tidak siap, skilnya tidak siap, bahasanya tidak siap, mentalnya nggak siap. Jadi begitu masuk ke sana, shock culture kemudian bahasa kacau, skill juga," tuturnya.

Sebelum memimpin acara peluncuran, Karding juga bertemu dengan finalis Miss Grand Indonesia tahun 2025. Karding mengatakan KP2MI menggandeng finalis Miss Grand Indonesia untuk menyosialisasikan isu pekerja migran.

"Mereka ini adalah anak-anak muda yang punya, bisa menjadi rujukan publik, terutama generasi-generasi mereka, role model lah ya. Tadi kalian mau kontak sama saya nggak, anda jadi duta di daerah-daerah masing," kata Karding.

"Duta pekerja migran, jadi membantu kita mensosialisasikan bagaimana migran aman, membantu kita mensosialisasikan tentang apa kebijakan-kebijakan dan informasi-informasi apa saja tentang Kementerian dan kebijakannya," tambahnya.

Dia mengatakan bekerja di luar negeri merupakan sebuah pilihan yang bisa diambil. Dia berharap informasi tentang isu pekerja migran akan semakin masif diketahui masyarakat dengan sosialisasi yang nantinya juga dilakukan para finalis Miss Grand Indonesia.

"Satu lebih masif, yang kedua lebih banyak orang bekerja di luar negeri karena bekerja di luar negeri ini juga sebenernya dalam desain Kementerian itu sepanjang dia terampil itu adalah men-design bahwa sebenarnya ini adalah dalam rangka investasi sumber daya manusia, karena mereka dapat ilmu, mereka dapat skill, mereka dapat pengalaman, mereka dapat jaringan, mereka dapat kepemimpinan, mental yang bagus kalau dia merantau kerja di luar negeri, asal terampil ya," ujarnya.

Dia mengatakan pilihan bekerja di luar negeri harus didesain dan disiapkan dengan matang. Dia menuturkan isu soal migran internasional terutama dalam sisi migran aman, perlu disampaikan ke para finalis agar ikut menyuarakan bagaimana bermigrasi secara aman.

"Nah itu kita butuh sosialisasi, butuh dibuat bahwa bekerja di luar negeri ini adalah salah satu pilihan, ketika kita dalam negeri mentok. Boleh memilih ke luar negeri dan pilihan itu tidak boleh dibuat alami, kita harus mendesain supaya disiapkan betul, sehingga dia terampil," ujarnya.

Simak juga Video 'Menteri P2MI: Saya Ingin Gerebek Penampungan PMI Ilegal, Tapi Selalu Bocor':

(wia/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads