Khofifah Apresiasi 19 Ribu Inovasi Pendidikan di Ajang EJIES 2025

Khofifah Apresiasi 19 Ribu Inovasi Pendidikan di Ajang EJIES 2025

Diffa Rezy - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 09:56 WIB
Pemprov Jatim
Foto: Dok. Pemprov Jatim
Jakarta -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai episentrum inovasi pendidikan nasional. Hal ini tercermin dari ribuan karya inovasi pendidikan yang lahir dari guru dan siswa SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur.

Hal ini ia sampaikan saat memberikan apresiasi atas inovasi insan pendidikan Provinsi Jawa Timur yang menorehkan prestasi dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 di Ballroom Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Kamis (28/8) malam.

"Kehadiran Bapak/Ibu dan semuanya malam ini membuktikan bahwa Jawa Timur memiliki semangat yang kuat untuk terus melahirkan inovasi pendidikan demi mencetak generasi unggul masa depan dan menjadikan Jawa Timur sebagai episentrum inovasi pendidikan nasional," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hampir 20 ribu karya yang masuk, 30 inovasi terpilih karena dinilai paling visioner, aplikatif, dan berdampak nyata bagi kualitas pendidikan. Seleksi dilakukan oleh akademisi ITS, perwakilan Jawa Pos, serta Dinas Pendidikan Jatim.

ADVERTISEMENT

Sebagai bentuk apresiasi, 30 inovasi terbaik mendapat trofi, plakat, dan uang pembinaan Rp50 juta, sementara 51 guru dan tim sekolah menerima penghargaan langsung dari gubernur.

"Dengan lebih dari 19 ribu karya inovasi, 30 top inovasi yang terpilih, serta 51 insan pendidikan yang dianugerahi penghargaan, dunia pendidikan Jawa Timur membuktikan kesiapan menghadapi era digital dan transformasi global," tegas Khofifah.

"Ide yang lahir dari satu sekolah harus mampu menginspirasi sekolah lain. Inovasi pembelajaran yang lahir di Surabaya harus bisa menginspirasi Madura atau Banyuwangi. Begitu pula dari Pacitan atau Ponorogo bisa menjadi referensi bagi Malang dan kota-kota lainnya," sambungnya

Capaian pendidikan Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 mencapai 75,35, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 75,02. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat 13,43 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 8,28 tahun.

"Ini menunjukkan komitmen Jawa Timur yang kuat dalam memperluas kesempatan belajar dan memperbaiki kualitas pendidikan, sekaligus menjadi perwujudan Nawa Bhakti Satya, khususnya Bhakti ke-5, yaitu Jatim Cerdas," terang Khofifah.

Prestasi siswa juga konsisten meningkat. Enam tahun berturut-turut (2020-2025), Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima jalur SNBP, sementara SMK Jatim tiga kali berturut-turut meraih juara umum LKS Nasional (2023-2025).

Dalam kesempatan itu, Khofifah memberikan penghargaan khusus kepada guru dan kepala sekolah, sekaligus menitipkan pesan motivasi.

"Panjenengan semua adalah pahlawan peradaban. Peran guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan karakter, motivator, dan inovator. Di tangan Bapak/Ibu lahirlah generasi penerus bangsa," ujarnya.

"Setiap karya yang kita hasilkan, setiap langkah kecil yang kita lakukan akan membentuk sejarah bagi Jawa Timur dan Indonesia. Jangan pernah takut bermimpi besar, dan jangan berhenti berinovasi. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan EJIES harus terus menjadi ruang kolaborasi, sumber inspirasi, dan motor penggerak inovasi pendidikan di Jawa Timur.

"Malam ini kita tidak sekadar memberi penghargaan, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih maju, merata, dan berdaya saing," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menganggap penyelenggaraan EJIES memberikan dampak signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.

"Inovasi-inovasi yang tumbuh subur di lingkungan pendidikan ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi dan bergerak mengikuti perubahan," kata Aries.

Aries juga menyampaikan kemajuan besar yang dicapai melalui EJIES tidak mungkin terwujud tanpa dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Ibu Gubernur adalah motor penggerak utama di balik semangat inovasi ini. Beliau tanpa kenal lelah memikirkan langkah-langkah terbaik untuk memastikan pendidikan di Jawa Timur mampu memberi dampak besar terhadap peningkatan mutu, kualitas, dan prestasi guru maupun siswa," sambungnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa EJIES telah berkembang signifikan sejak pertama kali digelar pada 2021.

"Dulu kita hanya memulai dengan jumlah partisipasi terbatas, sekarang sudah mencapai 24.626 pendaftar dengan hampir 20 ribu karya inovasi. Ini pertumbuhan yang luar biasa," ujarnya.

Dengan keberhasilan EJIES 2025, Aries berharap Jawa Timur semakin menjadi benchmark inovasi pendidikan nasional.

"Harapannya, setiap gagasan dan karya yang lahir tidak hanya memberi manfaat bagi peserta didik dan tenaga pendidik, tetapi juga bagi masyarakat luas serta pembangunan bangsa," tutupnya.




(akn/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads