Menaker Ajak Generasi Muda Siapkan Diri dengan Keterampilan yang Relevan

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 28 Agu 2025 20:13 WIB
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengajak generasi muda, khususnya generasi Z, untuk mempersiapkan diri dengan keterampilan yang relevan. Hal itu guna menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan yang penuh ketidakpastian.

Ajakan tersebut disampaikan Menaker saat menjadi pembicara pada Indonesia Summit 2025 dengan topik 'Unlocking Job Opportunities: Strategies for Inclusive and Sustainable Employment in Indonesia' yang diselenggarakan oleh IDN Times, Kamis (28/8/2025) di Jakarta.

Menurut Yassierli, terdapat tiga faktor global yang akan menggeser lanskap dunia kerja, yakni AI & Digitalisation Disruption, Green Transition & Sustainability, serta Demographic & Care Economy Shift.

"Dari perubahan lanskap tersebut, diperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta pada tahun 2030. Namun, di sisi lain 92 juta pekerjaan akan hilang atau tergantikan, serta 59 persen angkatan kerja perlu melakukan reskilling dan upskilling," ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8/2025).

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan transformasi global itu juga akan melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru di sejumlah sektor. Pada ekonomi kreatif, misalnya, muncul profesi seperti content creator, live seller, affiliate marketing, dan digital marketing specialist.

Pada ekonomi digital berbasis AI, dibutuhkan tenaga kerja sebagai AI specialist, prompt engineer, cybersecurity analyst, data scientist/big data specialist, hingga IoT specialist.

Di sektor advanced manufacturing, pekerjaan yang berkembang antara lain battery module/pack assembly technician, industrial IoT (IIoT) technician, smart factory maintenance technician, hingga additive manufacturing operator.

Sementara itu, green, circular, and sustainable economy membuka peluang karier sebagai renewable energy engineer, EV specialist (charging & maintenance), circular designer, sustainability analyst/ESG compliance officer, hingga solar/wind technician.

Adapun sektor care and centered economy juga diproyeksikan tumbuh pesat dengan kebutuhan profesi seperti tenaga telehealth, personal care, konselor, wellness coach, hingga mentor atau coach.

Yassierli menegaskan Kemnaker memiliki modalitas pelatihan vokasi untuk menghadapi perubahan tersebut. Modalitas ini meliputi standar kompetensi, kelembagaan berupa BLK, serta SDM berupa instruktur, asesor, dan mentor.

"Ini adalah modalitas yang kami miliki, dan saat ini kementerian berupaya agar modalitas ini dapat dioptimalkan oleh generasi muda, khususnya generasi Z dan milenial," ucapnya.

Simak Video 'Menaker Jelaskan Peluang Lapangan Pekerjaan':




(anl/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork