Pemilu Turki
Partai Keadilan Kembali Menang
Senin, 23 Jul 2007 12:14 WIB
Den Haag - Adalet ve Kalkınma Partisi/AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) kembali memenangi pemilu di Turki yang digelar kemarin (22/7/2007). Ekonomi Turki berkembang pesat di tangan AKP.Partai pimpinan PM Recep Tayyip Erdogan ini meraih 46,8% suara, berdasarkan exit poll saat penghitungan suara mencapai 96,9% kemarin malam. Dipastikan, AKP akan memperpanjang kekuasaannya untuk periode berikutnya.Perolehan suara AKP tersebut juga menunjukkan kenaikan cukup tajam (10% lebih) dibandingkan dengan pemilu 2002. Waktu itu AKP menyentakkan dunia dengan meraih 34,3% suara dan untuk pertama kalinya partai berbasis islam itu tanpa koalisi memerintah Turki yang mengkultuskan sekulerisme warisan Ataturk.Dengan kemenangan hampir 50% itu rakyat Turki menunjukkan pilihan tegas bahwa mereka menghendaki AKP kembali memerintah negeri itu. Di bawah AKP, Turki mengalami stabilitas dan pertumbuhan ekonomi mengesankan (7,5%). Sebuah perbedaan kontras dibandingkan pemerintahan sebelumnya dengan ciri 5 masalah pokok: defisit sektor publik, korupsi merajalela, inflasi tinggi, sektor perbankan lemah dan ketidakpastian makro ekonomi (macroeconomic volatility).Kinerja AKP yang meyakinkan itu membuat kampanye partai-partai oposisi yang mengingatkan bahaya islam menjadi kurang efektif. Partai-partai oposisi, terutama Milliyetci Hareket Partisi (Partai Gerakan Nasional) berhaluan ultra nasional juga mengingatkan bahwa AKP punya agenda tersembunyi yang akan menghancurkan negara sekuler Turki. PM Erdogan sendiri menekankan bahwa agenda tersembunyi itu tidak ada (De Trouw, 23/7/2007).Kemenangan AKP dipastikan akan membawa Turki tetap mendekat ke Uni Eropa seperti telah menjadi kebijakannya selama ini. Haluan ke UE ini bertolak belakang dengan elite nasionalis, yang selama ini malah menentang Turki bergabung dengan UE.Meskipun menang hampir 50% dan kembali akan memegang kursi perdana menteri, namun AKP nampaknya belum cukup kuat untuk bisa sekaligus memenangi kursi presiden. Sebab jumlah kursinya di parlemen belum mencapai 2/3, malah kemungkinan berkurang dari perolehan pada pemilu 2002. Ini terjadi karena MHP berhasil melewati electoral treshold (10%) dengan memperoleh 14% suara. MHP dan Cumhuriyet Halk Partisi/CHP (Partai Rakyat Republiken) yang kali ini meraih 20,8% melakukan walk out dalam pemilihan presiden di parlemen, sehingga tidak tercapai kuorum. Langkah itu untuk menjegal kandidat presiden dari AKP Abdullah Gul, yang saat ini menjadi Menlu. Salah satu yang diributkan adalah karena istri Gul memakai kerudung.Masih ada satu peluang bagi AKP untuk menguasai kursi perdana menteri dan presiden sekaligus, yakni dengan merangkul anggota parlemen independen (non partai) dari suku Kurdi. Gabungan keduanya cukup untuk mencapai 2/3 kursi parlemen. Namun varian ini sangat riskan, sebab militer Turki sangat paranoid dengan Kurdi. AKP kemungkinan tidak akan naif memilih opsi ini.
(es/es)











































