Paripurna Persetujuan Interpelasi Lapindo Banjir Interupsi

Paripurna Persetujuan Interpelasi Lapindo Banjir Interupsi

- detikNews
Selasa, 17 Jul 2007 16:22 WIB
Jakarta - Suasana tegang terlihat di ruang sidang paripurna persetujuan interpelasi Lapindo. Pihak yang pro dan kontra saling salip meneriakkan interupsi.Sidang paripurna semakin ramai saat Ketua DPR Agung Laksono tiba-tiba mengusulkan sidang diskors karena ada tamu dari Asean Interparliementary Organization yang sudah menunggunya."Tamu kita sudah datang bagaimana kalau kita skors, nanti kita kembali lagi karena yang interupsi masih banyak, bagaimana?" tanya Agung dalam sidang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2007).Pertanyaan Agung langsung disamput protes kelompok yang pro interpelasi Lapindo.Bahkan sejumlah orang dari FPDIP langsung berdiri sambil mengibar-ngibarkan koran dan meneriakkan penolakan. Sedangkan kubu yang tidak mendukung interpelasi, seperti FPG dan FPD langsung nyeletuk, "Tutup saja... tutup saja!"Begitu melihat aksi Agung yang hampir mengetuk palu, Wakil Ketua FPDIP Panda Nababan langsung berteriak. "Persoalan Lapindo adalah persoalan rakyat yang serius, karena itu tidak layak Ketua DPR menomorduakan dan memilih tamu," tandasnya."Ini peristiwa sangat penting, ini masalah rakyat yang sudah menderita. Soal tamu-tamu asing itu bisa nanti," cetus Panda disambut tepuk tangan pendukung interpelasi.Dibombardir seperti itu, Agung pun mengalah dan melanjutkan sidang sampai 5 anggota DPR lainnya menyampaikan interupsi. Sebelum banjir interupsi, anggota dewan Abdullah Azwar Anas membacakan penjelasan pengusul interpelasi. Setelah dijelaskan, interupsi langsung bermunculan. Tiga fraksi, FPG, FPD dan FPBR dengan tegas menilai interpelasi tidak perlu. Masalah tersebut bisa diselesaikan sesuai mekanisme di komisi. Sementara PDIP dan FKB meminta dengan tegas hal ini diselesaikan lewat interpelasi. Sampai pukul 16.05 WIB hujan interupsi terus berlangsung.Setelah berbagai masukan, pukul 16.10 WIB sidang diskors 10 menit untuk memberi kesempatan pada pimpinan fraksi menyamakan persepsi apakah pembahasan akan dilanjutkan hari ini atau ditunda. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads