Kapolda Maluku Dicopot Gara-gara Kecolongan Bendera RMS

Kapolda Maluku Dicopot Gara-gara Kecolongan Bendera RMS

- detikNews
Senin, 16 Jul 2007 15:04 WIB
Jakarta - Insiden pembentangan bendera RMS di hadapan Presiden SBY dianggap sebagai kelalaian polisi. Sebagai ganjarannya, Kapolda Maluku Irjen Pol Guntur Gatot Setiawan."Ini merupakan pertanggungjawaban pimpinan atas kelalaian," Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto kepada detikcom, Senin (16/7/2007).Guntur Gatot selanjutnya menjadi staf pada staf ahli Kapolri. Sedangkan penggantinya adalah Irjen Pol M Guntur Ariyadi yang sebelumnya menjabat sebagai staf Deputi Operasi Mabes Polri."Akan segera dimutasikan sesuai telegram rahasia Kapolri bernomor 394 tertanggal 16 Juli 2007. Akan secepatnya dimutasikan. Bisa besok atau lusa," katanya.Namun pemutasian itu, lanjut Sisno, bukan berarti Guntut Gatot bersalah. Tapi dia tidak dapat menyebutkan siapa yang bersalah."Coba tanya saja ke tim nya. Kita hanya diberi hasil evaluasinya untuk melanjutkan pertanggungjawaban hasil evaluasi itu. Kita hanya rekomendasi," kata Sisno.Hasil evaluasi insiden penari liar Cakalele dan pembentang bendera RMS yang dimaksud adalah, ada kelalaian panitia. Hasil itu diberikan kepada masing-masing instansi yang terkait dalam susunan kepanitian, mulai dari pemda setempat, Kodam dan Polri."Pertanggung jawaban atas kelalaian tersebut diberikan sepenuhnya secara internal kepada masing-masing instansi," jelas Sisno. Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Max Donald Aer dan Kapolda NAD Irjen Pol Bahrumsyah juga diganti karena pensiun.Keduanya diganti oleh masing-masing Wakapolda yaitu Irjen Pol FR Andi Lolo akan menjadi Kapolda Papua dan Irjen Pol Rismawan menjadi Kapolda NAD. (ziz/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads