TV Mobil, Dari Gengsi Jadi Kebutuhan

TV Mobil, Dari Gengsi Jadi Kebutuhan

- detikNews
Jumat, 13 Jul 2007 07:54 WIB
Jakarta - Dulu, TV mobil di Indonesia masih dianggap barang mewah karena harganya yang mahal. Pemiliknya pun masih berbalut gengsi daripada fungsi. Kini, karena kemacetan banyak mendera kota besar, TV mobil pun dianggap kebutuhan."2 Tahun yang lalu sih masih karena gengsi. Kalau sekarang, macet di Jakarta di mana-mana, jadi memiliki TV mobil sudah lebih dilihat ke fungsinya," ujar pereli muda Rifat Sungkar kepada detikcom, Kamis (12/7/2007).Hal tersebut ditunjang dengan harga TV mobil bongkar pasang yang makin murah dari tahun ke tahun, bahkan ada yang berharga di bawah Rp 1 juta. Rifat pun mengatakan bahwa pemasangan TV mobil sangat berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi."Ya sangat. Perlu diatur (penggunaannya)," ujar putra pasangan Ria Gondokusumo dan Helmy Sungkar yang juga pasangan pembalap ini.Peraturan itu, menurut Rifat bukan melarang total pemasangan TV dalam mobil. Namun lebih persyaratannya."Bukan tak boleh sama sekali. Namun bisa dipasang di sandaran kepala kursi depan untuk penumpang di belakang. Bisa juga di atas namun agak ke belakang, sehingga pengemudi atau sopir tidak bisa menonton," ujar Rifat. (nwk/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads