Siti Tewas Tergencet Truk Sampah
Rabu, 11 Jul 2007 23:58 WIB
Jakarta - Malang tak dapat ditolak. Itu yang menghampiri pemulung paruh baya, Siti (45), warga kolong Jembatan Pluit, Jakarta Utara. Rabu pagi, ia tengah bekerja memungut sampah di lahan kosong milik PT Ampli (Antilope Madju Puri Indah) yang berada di Jl Puri Kembangan, Jakarta Barat. Bersama keempat temannya, Siti asyik menyisir satu persatu dan memilih sampah yang bisa diambil ke dalam kantong sampah. Tak lama berselang, truk sampah memasuki lahan kosong itu. Seperti mendapat durian runtuh, kelima pemulung itu menyerbu truk sampah dan mulai mengais-ngais barang bekas yang mulai dibuang dari atas truk.Saking asyiknya, Siti tidak menyadari bahwa truk sampah mulai bergeser ke arahnya. Kematian semakin dekat dengan Siti saat Diran (30), sopir truk itu, yang menyadari ada orang di belakang truknya bukannya mengerem laju truk. Tapi, Diran malah semakin mempercepat laju mundur truk. Diran grogi dan panik saat mempercepat laju mundur truk. Alhasil, Siti yang berada di belakang truk tergencet dan tewas di tempat. "Kami menyesalkan kejadian itu. Padahal kami sudah melarang pemulung memasuki areal lahan yang memang untuk tempat pembuangan sampah sementara (TPSS). Kami sudah memperingatkan dengan tulisan dilarang masuk," kata Wakil Kepala Proyek TPSS Handojo Gunawan ketika dihubungi detikcom, Rabu (11/7/2007).Tak lama kemudian, petugas yang tiba di lokasi membawa jenazah korban ke RSCM. Sedangkan sopir dan keneknya, Nana (25) dibawa ke Polsek Kembangan, Jakbar, untuk dimintai keterangan.
(Ari/mly)











































