Muladi: Partai GAM Bisa Berujung Permintaan Referendum
Selasa, 10 Jul 2007 12:32 WIB
Jakarta - Kemunculan Partai GAM sebagai partai lokal di NAD dikhawatirkan akan berujung pada permintaan referendum untuk memerdekakan provinsi di ujung Pulau Sumatera itu."Kalau dibiarkan, itu sudah bisa dilihat petanya. Partai lokal berdiri, kemudian menguasai parlemen, dan parlemen itu nanti yang berbicara. Dia bisa bicara apa saja, termasuk meminta referendum," kata Gubernur Lemhannas Muladi.Hal ini disampaikan dia usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima angkatan XV Lemhannas di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/7/2007)."Ini persoalan yang serius. Harus diperhatikan betul-betul. Ini kasusnya hampir mirip dengan Timor Timur dulu. Pemerintah harus introspeksi, karena semua lini kita lemah," cetus Muladi.Menurut Muladi, dengan menggunakan atribut-atribut GAM, Partai GAM yang didirikan oleh para mantan pejuang GAM bertujuan tidak lain untuk mencapai kemerdekaan."Mereka itu pakai bendera GAM. GAM itu Gerakan Aceh Merdeka. Jadi Kalau masih pakai atribut-atribut GAM itu berarti tujuannya merdeka," tandasnya.
(bal/sss)











































