Jalan-jalan ke Bengkulu
Bulan Madu Merambah Hutan
Senin, 09 Jul 2007 09:55 WIB
Bengkulu - Tak semua pengantin baru menikmati bulan madu dengan bersenang-senang. Di sejumlah daerah pedesaan di Bengkulu, terdapat kebiasaan pasangan pengantin yang berbulan madu dengan bekerja keras membuka hutan."Umumnya mereka berasal dari keluarga petani. Tidak punya pendidikan formal dan tidak punya modal. Jadi karena tidak pilihan, setelah menikah terpaksa berangkat meninggalkan dusun, lalu membuka lahan di hutan, " kata staf BKKBN Bengkulu, Samsudin dalam perbincangan dengan detikcom di Kantor BKKBN Jl Pembangunan, Kota Bengkulu, akhir pekan lalu.Kebiasaan itu bisa ditemui di sejumlah wilayah pedesaan. Antara lain di kawasan Bengkulu Utara dan Rejang Lebong. Hutan yang dibuka berjarak cukup jauh dari pemukiman penduduk, sekitar 4 jam berjalan kaki."Dengan berbekal bibit dan alat-alat sederhana, mereka bekerja keras merambah hutan dan membuat pondok sederhana. Mereka membuka ladang padi dan diselingi kopi, juga tanaman lain seperti cabai," kata Samsudin.Tak hanya pengantin baru, petani yang sudah berkeluarga juga ikut merambah hutan. Kadang-kadang jarak ladang yang satu dengan yang lain berdekatan. Akhirnya terbentuk kampung kecil yang disebut desa talang.Setiap bulan, mereka akan turun gunung membawa hasil bumi. "Nanti dijual, ditukar dengan macam-macam, garam, gula, ikan asin," kata Samsudin yang pernah menjadi petugas lapangan KB di Kecamatan Pematang Tiga, Bengkulu Utara.Jika perambah hutan itu bekerja dengan giat, tak sampai 6 tahun mereka sudah bisa mengumpulkan uang dari panen padi dan kopi. "Ada yang kembali ke dusun, membangun rumah dan memulai usaha baru. Tapi ada juga yang tidak balik lagi," imbuhnya.
(fiq/nrl)











































