Aneh, Kok Menhut Minta Kapolda Riau Dicopot?

Aneh, Kok Menhut Minta Kapolda Riau Dicopot?

- detikNews
Jumat, 06 Jul 2007 16:19 WIB
Pekanbaru - Permintaan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban agar Kapolda Riau diganti dinilai aneh. Permintaan tersebut sangat tidak masuk akal.Hal tersebut diungkapkan Direktur Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Susanto dalam perbincangan dengan detikcom, di Pekanbaru, Riau, Jumat (6/7/2007)."Kita merasa aneh, kok Menhut tiba-tiba meminta Kapolri untuk mencopot sejumlah kapolda termasuk Kapolda Riau. Mestinya kan, Menhut mendukung langkah Polri yang telah membantu departemennya dalam upaya pemberantasan illegal logging," kata Susanto. Di mata aktivis lingkungan ini, sikap Menhut tersebut tidak bisa dimengerti. Mestinya, Menhut berterima kasih kepada Polri yang telah membantu pekerjaan Dephut dalam menyelamatkan hutan negara. "Tapi Menhut kok malah sebaliknya, menuding pekerjaan polisi tidak prosedural dalam penanganan illegal logging. Sikap Menhut ini justru menunjukkan bahwa dirinya tidak serius untuk melakukan pemberantasan illegal logging di Indonesia," ungkap Susanto. Menurutnya, gebrakan Polda Riau dalam memerangi illegal logging saat ini benar-benar menyentuh sampai ke akar-akarnya. Sikap Polda Riau harus didukung semua pihak dalam memerangi pembalakan liar. "Dalam setahun ini saja kami mencatat ada 180 kasus illegal logging yang tengah ditangani Polda Riau. Tapi coba kita lihat kerjaan departemen kehutanan di Riau. Kami mencatat cuma ada 6 kasus yang mereka tangani. Inikan aneh, pihak yang paling berwenang menyelamatkan hutan, malah tidak ada gebrakannya," kata Susanto. Hal senada diungkapkan Direktur NGO bidang lingkungan di Riau, Hakiki, Zulfahmi. Menurutnya, permintaa pencopotan Kapolda Riau itu menunjukkan Menhut tidak mendukung pemberantasan illegal logging. "Sikap Menhut itu sangat membingungkan publik. Mestinya dia mendukung langkah Polda Riau, tapi ini kok malah meminta Kapolri untuk mencopotnya. Kami malah bertanya, ada apa di balik semua in?" tanya Zulfahmi. (cha/djo)



Berita Terkait