BPBD Jakarta mengungkapkan, wilayah pesisir utara Jakarta yang dimaksud terdiri dari:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kepulauan Seribu
Warga yang berada di wilayah-wilayah tersebut diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (rob).
Dampak Banjir Pesisir
Potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.
Tindakan Waspada Banjir Pesisir
Ini hal-hal yang bisa dilakukan untuk mewaspadai banjir pesisir di Jakarta pada 18 - 27 Juli 2025.
- Pantau peringatan dini gelombang pasang melalui bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut
- Unduh Buku Panduan Kesiapsiagaan: tiny.cc/bukusakusiagabanjir
- Laporkan bila menemukan potensi genangan/banjir melalui aplikasi JAKI
- Perbarui informasi banjir lewat pantaubanjir.jakarta.go.id
Selain itu, ada lima kanal yang bisa digunakan untuk lapor situs darurat atau mencari informasi seputar banjir di Jakarta, yaitu:
- Situs pantaubanjir.jakarta.go.id
Info terbaru terkait informasi banjir serta penanganannya. - JAKI
Lapor melalui fitur Laporan Warga. - BMKG
Peringatan dini potensi bencana. - Website dan Media Sosial BPBD
Peringatan dini, tinggi muka air, update banjir/genangan, penanganan bencana. - Jakarta Siaga 112
Dalam keadaan darurat, hubungi Jakarta Siaga 112 untuk penanganan lebih lanjut.
Simak juga Video 'Cara Membersihkan Rumah Pasca Banjir hingga Tips Memilih Rumah Bebas Banjir':
(kny/imk)











































