Lampu Merah Sering Mati Karena Kabel Dicuri Pemulung
Senin, 02 Jul 2007 16:09 WIB
Jakarta - Lampu merah di sejumlah perempatan jalan di Jakarta sering mati. Tentu saja hal ini membuat masyarakat pengguna jalan menjadi geram. Kemacetan pun tak terhindarkan. Menurut penelusuran Dinas Perhubungan Jakarta, lampu merah banyak yang mati karena dikerjai pemulung. Para pemulung mengincar kabel listrik perak di dalamnya. Kabel itu sebenarnya bisa dijual seharga Rp 500.000."Tapi mereka (pemulung) jualnya Rp 20.000. Mending dia minta dengan saya daripada curi kabelnya. Saya yang jadi pusing," ujar Kepala Seksi Alat Pemberi Syarat Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta I Dewa Gede Soni Aryawan kepada detikcom, Senin (2/7/2007).Soni mengatakan, para petugas Dishub tidak bisa senantiasa mengontrol lampu merah tersebut agar tidak dicuri. Para pemulung itu mencuri kabel perak itu dengan memotong sembarangan sehingga beberapa modul di dalam lampu merah mengalami kerusakan yang mengakibatkan matinya pengatur lalu lintas tersebut."Nggak mungkin kan kita harus jaga terus lampu merahnya supaya nggak dicuri. Jadi kita juga bingung," katanya.Salah satu lampu merah yang mati di Jakarta terletak di perempatan Jalan Angke, Jakarta Barat. Traffic light di jalan itu mati sejak Februari 2007. Dishub menyatakan, lampu merah itu mati juga karena kabelnya dicuri pemulung. Dua bulan lagi lampu merah ini akan menyala karena menunggu sukucadang dari Jerman yang pengerjaannya juga perlu tender.
(ziz/nrl)











































