Disunat, Syawaludin Dapat Hadiah Peluru Panas
Senin, 02 Jul 2007 01:02 WIB
Jakarta - Naas benar nasib Syawaludin (9). Baru dua hari disunat, peluru panas nyasar menyerempet pinggulnya saat ia tertidur pulas. Untung saja, peluru itu tidak nakal menyusup ke "anunya" yang baru saja dipotong.Saat kejadian, anak dari Siti Riyanti (29) warga Kampung Bahari Gang 2 No 27 RT 08/06, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu 1 Juli 2007 pagi, sedang tertidur di kasur yang berada di kamar belakang rumahnya.Saat kejadian, korban sedang tidur bersama ibu (yanti) dan neneknya, Taryumi (75). Tiba-tiba, suara letusan terdengar dari atas rumah. Sesaat kemudian, darah muncrat dari pinggul kiri Syawal."Iya, memang telah terjadi penembakan kepada salah satu bocah di Tanjung Priok. Kami masih menyelidikinya," kata Kapolsek Tanjung Priok. Kompol Suparmo saat dihubungi detikcom, Minggu (1/7/2007).Padahal, Syawal baru saja dikhitan pada Jumat (29/6). Sehingga, saat kejadian, korban hanya mengenakan sarung. Ketika darah muncrat dari luka tembak, Yanti tidak curiga. Yanti menganggap darah yang membasahi sarung anaknya itu berasal dari luka khitannya. Sedangkan bunyi seperti ledakan itu ia curigai hanya pekerjaan anak-anak muda yang sering iseng."Ibu korban mengetahui ada peluru ketika membersihkan kamar. Saat itu ia menemukan benda logam berwarna putih kecoklatan yang ia duga sebuah peluru," tambah Suparmo.Setelah memastikan luka sayat yang menimpa Syawal bukan dari bekas khitan, Yanti melarikan anaknya ke RSUD Koja untuk mendapat perawatan.Dalam identifikasi di TKP, proyektil peluru dengan panjang sekitar 2 cm dan diameter 0,5 cm, menyerempet pinggul kanan bawah korban. Peluru itu nyasar dari atap rumah korban."Selongsongnya belum ditemukan, yang baru ditemukan hanya proyektilnya" jelas Suparmo. Saat ini barang bukti berupa proyektil peluru diamankan di Kantor Polsek Tanjung Priok.
(Ari/nvt)











































