Kisruh DPT Pilkada DKI Belum Tentu Hancurkan Citra PKS

Kisruh DPT Pilkada DKI Belum Tentu Hancurkan Citra PKS

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 14:28 WIB
Jakarta - Kebrutalan kader dan simpatisan PKS dalam kisruh Daftar Pemilih tetap (DPT) Pilkada DKI belum tentu menghancurkan citra partai itu. Pemilih PKS terkenal sangat loyal."Ingat dulu, betapa Golkar dijatuhkan citranya, tapi tetap bisa menang pemilu. Apalagi PKS yang pemilihnya loyal. Walaupun kadernya tidak banyak, dia punya simpatisan cukup besar yang loyal," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Isra Ramli kepada detikcom, Kamis (28/6/2007).Dalam politik, imbuh Isra, hal itu sangat dimungkinkan. Namun sejauh ini pihaknya masih berusaha mencari hubungan yang simpel antara citra partai dengan kesukaan orang pada partai dan pilihan orang pada partai.Hubungan variabel-variabel itu, kata dia, kompleks sekali. Karena tidak bisa dipastikan sebuah isu akan menurunkan citra partai atau menaikkan citra partai."Ada proses psikologis, sosial dan banyak pada diri individu sampai memutuskan memilih dan mengubah pilihan. Contohnya Golkar tadi," katanya.Citra PKS tidak akan terjun bebas jika langsung mengimbangi kasus ini dengan penjelasan kepada publik. PKS bisa memberikan alasan kenapa mereka lakukan hal itu."Kalau hal negatif dibiarkan begitu saja, sosialisasinya masif, lalu tidak diimbangi atau pengimbangannya tidak dimuat media bisa saja terjadi," ujar dia.Uniknya di Jakarta, imbuh dia, pemilihnya yang aktif memastikan apakah mereka sudah mendapatkan haknya untuk memilih atau tidak, sehingga terjadi pengambilan paksa DPT meski dengan sikap yang anarkis.Sikap kader PKS ini cukup mengagetkan mengingat selama ini PKS dianggap parpol yang santun. Namun yang perlu diingat, kata Isra, kesantunan dan kebrutalan dalam politik sangat ditentukan oleh kondisi. "Kalau orang begitu terobsesi pada kemenangan dan kemenangannya terancam, orang mudah menjadi brutal," kata dia.Kasus Pilkada Jakarta berbeda dengan Pilkada Depok, di mana PKS lebih kalem. Sebab di Depok, partai ini sudah memperoleh kemenangan dengan tindakan yang konstitusional dengan membawa kasus yang terjadi di sana ke jalur hukum.Di Jakarta, PKS memang berpeluang menang, namun dengan banyaknya calon pemilih yang tidak terdaftar yang kemungkinan didukung riset yang mereka miliki yang bisa membuat mereka kalah, memicu kader PKS kalap. Hanya saja ini sangat dipengaruhi seberapa besar motivasi kekuasaan dan pengorbanan yang sudah dikeluarkan.Survei yang pernah digelar LSI, kata Isra, menunjukkan pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar yang diusung PKS sulit menembus kekuatan pasangan Foke-Prijanto."Tapi PKS juga dinamis. Dia juga cukup optimis, tapi apa benar-benar terjadi lihat nanti. Sebab banyak kelompok lain yang menginginkan agar optimisme mereka tidak terjadi," ujarnya. Soal tindakan kader PKS di PPS-PPS, imbuh dia, bukan karena kehilangan akal setelah tahu calonnya bakal kalah. "Mereka belum kehilangan akal, tapi bahwa mereka merasa dirugikan lalu kemudian melakukan tindakan sepihak, itu iya. Mereka punya pembenaran sendiri," kata dia.Apakah PKS masuk jebakan rivalnya? "Wah saya nggak berani ngomong, terlalu jauh dari skenario," ujar Isra. (umi/asy)


Berita Terkait