Anak-anak Presiden Tak Jamin Mampu Dulang Dukungan

Anak-anak Presiden Tak Jamin Mampu Dulang Dukungan

- detikNews
Rabu, 27 Jun 2007 10:44 WIB
Jakarta - Meski orangtuanya tokoh terkenal, anak-anak mantan presiden tidak bisa jadi jaminan dalam Pilpres 2009 nanti. Harus ada variabel lain yang dijual kepada publik dari pada sekadar anak presiden."Misalnya kemampuannya, kepribadiannya, karir yang hebat, penampilan yang mungkin berwibawa, retorika yang baik, atau persepsi kedekatan dengan rakyat," cetus Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Rabu (27/6/2007).Diakui Qodari, Indonesia termasuk negara berkembang dan negara di Asia yang kultur penghormatan dan pemujaannya terhadap tokoh besar masih cukup signifikan.Dalam kultur ini, orang yang merupakan keturunan tokoh besar punya potensi mendapat warisan kharisma orangtuanya, meski tidak sekuat seperti di India.Misalnya, Megawati yang mendapat titisan kharisma Bung Karno. Akan tetapi tidak semua anak Bung Karno memiliki kharisma sebesar Mega. Atau Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut yang mencoba membuat partai, tapi tidak mampu sebesar nama Soeharto, ayahnya."Kita masih masuk kelas menengahlah. Masih antara meritokrasi (yang mementingkan prestasi) dan garis keturunan tadi. Jadi itu bukan jaminan sama sekali bahwa masyarakat akan memberi dukungan," katanya.Malahan di Indonesia masih banyak tokoh yang bukan anak siapa-siapa tapi bisa menjadi tokoh besar, seperti SBY misalnya."Jadi harus ada variabel lain yang juga dijual kepada publik. Kita tidak boleh membangun kultur bahwa anak tokoh harus menjadi tokoh juga. Itu terlalu dipaksakan. Harusnya mereka meraih status dengan perjuangan bukan suatu warisan," tegasnya. (umi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads