Polisi Jangan Seenaknya Masukkan Kendaraan ke Busway
Rabu, 27 Jun 2007 09:40 WIB
Jakarta -
Ujung masalah insiden perusakan mobil Dishub oleh massa pada 25 Juni lalu adalah masuknya kendaraan pribadi ke jalur khusus bus (busway). Pengendara mengklaim mereka masuk busway karena disuruh polisi. Insiden itu takkan terjadi jika aturan ditegakkan, yaitu busway hanya khusus hanya untuk bus Transjakarta saja, tidak untuk lainnya.Jalur busway yang sering dipakai oleh kendaraan non-Transjakarta adalah koridor II hingga VII. Sedang koridor I selamat. Koridor I baru baru terganggu bila ada peristiwa khusus seperti unjuk rasa besar-besaran. Sedang jalur II dan VII dimasuki kendaraan pribadi/umum dengan alasan jalan reguler padat merayap.Tindarto, konsumen busway koridor VI (Ragunan-Halimun) kecewa dengan aparat di jalur tersebut karena sering tidak melarang atau malah justru memasukkan mobil/kendaraan lain ke jalur busway. Hal tersebut sering menghambat jalannya busway. "Saya berpendapat buat apa bangun busway dengan biaya yang tidak sedikit, tapi macet juga. Biarkan saja mereka yang memakai mobil/motor mengalami kemacetan, kalau tidak mau macet ya naik busway," ujar Tindarto pada detikcom, Rabu (27/6/2007). Tindarto menyatakan, dia berangkat dari rumah memakai mobil. Tetapi tidak mau macet, sehingga mobilnya dititipkan di Ragunan kemudian naik Transjakarta. "Saya mohon kepada aparat untuk menindak tegas pengguna mobil/motor yang memasuki busway dengan alasan apa pun (alasannya disuruh aparat, tidak disuruh juga sering masuk jalur busway). Jangan percaya dengan alasan yang macam-macam. Harapan saya adalah jalur busway khusus untuk Transjakarta," ungkapnya lewat surat elektronik. Hal senada diungkapkan M Santosa. Seperti halnya Tindarto, setiap hari Santosa memarkirkan kendaraannya di Ragunan lalu melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta di daerah Menteng sedangkan istrinya berkantor di Mampang."Saya pernah ketinggalan busway gara-gara ada kendaraan lain di belakang busway. Bus terlalu ke depan sewaktu masuk ke halte Mampang otomatis pintu cuma menyisakan celah sedikit untuk naik dan turun penumpang. Bus tidak bisa mundur karena terhalang mobil sedan yang masuk ke jalur busway," cerita Santosa.Karena istrinya hamil, jadi tidak bisa masuk ke dalam bus karena celah yang ada terlalu berbahaya bagi dia. Pasangan ini akhirnya terpaksa menunggu bus berikutnya dan menanti cukup lama."Kalau telat gara-gara kendaran lain masuk ke jalur busway itu sih makanan tiap hari," keluhnya.Santosa berharap polisi sama sekali tidak mengizinkan kendaraan masuk jalur busway. "Dengan mengizinkan masuk ke jalur busway bisa menjadi kebiasan yang buruk bagi pengendara karena jika tidak ada polisi mereka akan masuk dengan sendirinya," ujar Santosa.Bagaimana pendapat Anda? Kirimkan ke redaksi@staff.detik.com.
(nrl/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































