Kedermawanan Bermula di Rumah

Kedermawanan Bermula di Rumah

- detikNews
Minggu, 24 Jun 2007 02:09 WIB
Jakarta - Rumah bukan saja tempat berkumpulnya anggota keluarga, tetapi juga tempat awal kedermawanan. Dari rumah pula, hal-hal yang baik atau kedermawanan bisa disalurkan.Seperti yang dilakukan wartawan senior salah satu media ternama di Jakarta bersama kawannya yang merupakan ketua Yayasan Nurani Dunia, Imam Prasojo. Mereka menggiatkan kegiatan di lingkungan rumah untuk meminimalkan tawuran antar kampung, yakni antara Kampung Menteng Jaya dan Matraman Jaya.Imam Prasodjo dan wartawan itu melakukan aksi perdamaiannya dengan mengajak ibu-ibu dari kedua kampung untuk senam pagi."Saya ajak ibu-ibu untuk senam pagi di tugu proklamsi," tutur Imam, di acara penyuluhan dan pengembangan tanaman RW 06, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Matraman Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2007).Menurutnya, ibu-ibu berpotensial menengahi konflik. Aksi damai yang awalnya hanya diikuti 27 orang ternyata terbukti dapat meredakan tawuran. Lama kelamaan senam pagi ini diikuti oleh ratusan ibu-ibu hingga saat ini yang dilakukan setiap hari minggu pukul 06.00 WIB.Namun, ketua Yayasan Nurani Dunia yang sekaligus dosen Sosiologiv Universitas Indonesia itu tidak berhenti melakukan aksinya, dengan hanya mengajak para ibu lakukan aksi damai. Bersama yayasannya ia membuka Rumah Belajar Proklamasi terletak di RT 18 kelurahan tersebut yang diperuntukkan untuk warga sekitar, khususnya anak-anak dan pemuda mulai usia 10 sampai 25 tahun.Kegiatan yang selain diisi dengan kegiatan belajar mengajar seperti belajar bahasa inggris dan pelajaran lainnya, juga diisi dengan kegiatan berbagai ketrampilan komputer, melukis, dan sablon. Mereka diajar oleh pengajar yang merupakan warga sekitar.Untuk ibu-ibu, diberikan kursus osibara atau seni menempel tumbuh-tumbuhan yang telah dikeringkan dan bercocok tanam obat. Kegiatan semacam ini biasanya dilakukan setiap 2 kali setahun. Dan untuk bapak-bapak yang pengangguran diberikan pelatihan seperti cara menservice AC. Selanjutnya, mereka disalurkan kerja ke perusahaan-perusahaan.Kegiatan-kegiatan tersebut itu juga terbukti sukses mampu meredam tawuran yang sudah berlangsung sejak tahun 1990-an, dan berakhir sekitar 5 tahun terakhir. Imam mengatakan, tidak akan berhenti sampai disini. Dia bertekad akan terus melakukan aksinya ke kampung-kampung lainnya di lingkungan sekitarnya."Ngapain jauh-jauh keluar daerah, di sekitar kita juga banyak yang bisa di bantu, charity must start at home (kedermawanan bermula di rumah)," imbuh Imam sambil tersenyum. (ptr/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads