Selamat Ulang Tahun Jakarta!

Selamat Ulang Tahun Jakarta!

- detikNews
Jumat, 22 Jun 2007 08:07 WIB
Jakarta - Hari ini, Jumat 22 Juni 2007, Kota Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-480. Di usianya yang semakin tua, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemimpin Jakarta berikutnya.Tahun ini, Gubernur DKI Sutiyoso akan lengser dari jabatannya. 10 Tahun sudah pria yang akrab disapa Bang Yos itu memimpin ibukota negara. Dari Presiden Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY 'mendampingi' mantan Pangdam Jaya itu.Kepemimpinan Sutiyoso diakui banyak pihak telah membawa Jakarta dalam banyak kemajuan. Berbagai proyek yang dinilai ambisius dan kontroversial dijalankan tanpa mendengarkan protes warga.Proyek Busway merupakan salah satu warisan Sutiyoso yang akan dikenang. Meski dicaci karena menyebabkan macet, pada akhirnya warga Jakarta bisa menerima walaupun pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari harapan.Demikian juga dengan proyek Monorel yang hingga kini masih terkatung-katung karena kesulitan investor. Visi Sutiyoso membenahi masalah transportasi di Jakarta yang sudah ruwet diakui tepat.Konsep megapolitan yang disuarakannya pun dianggap sebagai solusi bagi kompleksitasnya masalah di Jakarta. Sayangnya penolakan muncul dari wilayah sekitar DKI karena megapolitan terkesan, Jakarta ingin mencaplok wilayah kota-kota di pinggirannya.Namun banyak juga warga Jakarta yang tidak bisa menikmati pembangunan dan gemerlap metropolitan. Pembangunan infrastruktur yang dijalankan selama ini dituding sangat elitis. Lebih banyak mal dan pusat perbelanjaan yang dibangun daripada rumah susun bagi warga bantaran Kali Ciliwung.Di kolong-kolong jembatan layang, di bantaran kali, di perkampungan kumuh, masih dengan mudah dijumpai warga ibukota yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan.Satu hal lagi yang selalu menjadi 'cacat' Sutiyoso di mata warga ibukota. Banjir. Ya, banjir tahunan dan musiman. Dalam 10 tahun kepemimpinannya, 2 kali banjir besar menghantam Jakarta yakni pada tahun 2002 dan 2007.Aparat birokrasi dari tingkat provinsi hingga kelurahan tidak mampu berbuat banyak. Masalahnya bukan hanya pada tingkat kesiapan menghadapi banjir, tapi tindakan preventif yang dilakukan pemprov DKI selama ini tidak ada. Semuanya lebih kepada tindakan rekatif.Proyek Banjir Kanal Timur yang menjadi solusi tak kunjung selesai-selesai. Kerjasama terpadu dengan daerah-daerah di hulu sungai sepertinya hanya diatas kertas saja. Tidak ada langkah konkret yang sudah dilakukan. Ketika banjir surut baik warga maupun pemprov cepat lupa dengan peristiwa yang menimpanya.Lantas siapakah yang menikmati pembangunan Jakarta? Untuk siapakah pembangunan di Jakarta? Pertanyaan itu yang harus dijawab Gubernur DKI selanjutnya. Siapa pun pemenang pilkada DKI 8 Agustus mendatang, tugas berat sudah menanti.Selamat Ulang Tahun ke-480 Kota Jakarta! (bal/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads