Salman Rushdie Jadi Ksatria Bikin Suasana Tak Kondusif
Kamis, 21 Jun 2007 12:54 WIB
Jakarta -
Rencana Kerajaan Inggris memberikan gelar ksatria kepada pengarang kontroversial Salman Rushdie sangat disayangkan. Penghargaan ini dinilai mengganggu iklim kondusif."Dari segi waktu, pemberian gelar ini tidak menciptakan suasana kondusif," kata Menlu Hassan Wirajuda di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2007).Menurut Hassan, pemberian gelar terhadap pengarang novel "The Satanic Verses" atau "Ayat-Ayat Setan" itu tidak menciptakan suasana saling pengertian. Terutama di antara peradaban budaya dan agama.Namun Hassan mengakui belum mendapat informasi lebih lanjut. Terutama soal latar belakang pemberian gelar Rushdie yang menandai perayaan ulang tahun Ratu Elizabeth II itu."Saya belum baca atau mendapat informasi, apa dasar pemberian gelar itu. Apakah dari karyanya, atau dari yang lain," ujar Hassan.Salman Rushdie menjadi kontroversi gara-gara buku karangannya dianggap menghina Islam. Rencana pemberian gelar ksatria pada penulis Inggris kelahiran India ini terus menuai kecaman dari masyarakat muslim di seluruh dunia. Iran adalah negara yang paling keras menentangnya.
(fiq/sss)










































