Laporan dari Oslo
Liburan ke Luarnegeri Populer, Peluang Menantang
Sabtu, 16 Jun 2007 18:12 WIB
Oslo - Liburan ke luarnegeri sedang populer di Norwegia. Total uang yang dibelanjakan mencapai NOK 40 miliar (Kron Norwegia) atau Rp 48,6 triliun!Dengan pendapatan per kapita US$47.800,00, warga Norwegia memang menikmati kemakmuran tinggi. Liburan dan leisure (leha-leha) sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup.Jumlah warga negara Norwegia yang melakukan perjalanan ke luarnegeri tercatat 76% dari 4,7 juta penduduknya, dengan total perjalanan 5,9 juta. Mereka dalam rentang usia 16 hingga 79 tahun, sementara uang yang dibelanjakan mencapai Rp 48,6 triliun (Statistisk Sentralbyra 2005).Mereka rata-rata per orang melakukan perjalanan liburan dua kali dalam setahun. Wanita Norwegia yang melakukan perjalanan lebih banyak (54%) dibandingkan pria. Dan trennya dari tahun ke tahun selalu naik. Dalam periode 2002-2006 kenaikan angka liburan ke luarnegeri itu bahkan mencapai 27%.Ini merupakan potensi pasar pariwisata yang besar, sekaligus menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memanfaatkannya. Dan promosi gencar yang dilakukan KBRI Oslo bekerjasama dengan Depbudpar bertemu momentum dengan tren di negara tersebut. Momentum kedua, ini menjelang musim liburan panjang musim panas 2007.Jika berhasil menarik sebagian dari mereka ke Bali dan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia, maka pemasukan devisa yag berhasil diraih cukup menggiurkan dan multiplier effect-nya akan memberi impuls positif bagi perekonomian nasional. Bergerak NaikSejauh ini arus wisatawan Norwegia ke Indonesia sudah mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Fungsi Protokol dan Konsuler merangkap Pensosbud KBRI Oslo Mansyur Pangeran mengatakan, tahun lalu tercatat ada 14.000 visa turis yang dikeluarkan KBRI Oslo, sekitar 19.000 lainnya memanfaatkan fasilitas Visa on Arrival (VoA).Angka tersebut dinilai cukup signifikan, mengingat arus kedatangan wisatawan asing ke Indonesia secara umum lesu akibat isu keamanan dan bencana alam. Namun peluang untuk terus membesar masih terbuka lebar.Secara terpisah Dubes Retno LP Marsudi menjelaskan bahwa faktor-faktor pendukung untuk mendongkrak arus kedatangan dan merebut pasar pariwisata Norwegia saat ini cukup ideal. Antara lain hubungan bilateral kedua negara dalam kondisi istimewa, sebagaimana juga disebutkan Deputi Menlu Tale Raymond Johansen (11/6/2007).Selain itu tingginya frekuensi kerjasama bilateral, termasuk bahu-membahu di fora internasional, ikut mengangkat nama Indonesia ke dalam publikasi positif di Norwegia. Minat mereka untuk mendekat dan mendalami tentang Indonesia mulai meningkat, terutama setelah PM Stoltenberg berkunjung ke Indonesia dan menikmati liburan di Bali pada bulan Maret lalu.Menyasar 10 Besar Secara tegas Retno mengatakan bahwa tantangannya kini tinggal bagaimana meningkatkan hubungan antarwarga kedua negara (people to people). Mendorong mereka untuk saling ingin tahu dan mengenal lebih dekat, yang akan bermuara pada keinginan mereka untuk mengunjungi Indonesia.Untuk upaya itu gong pembukanya sudah ditabuh dengan menggelar Indonesian Cultural and Culinary Festival: Bali & Beyond di Koncerthus Oslo (11/6/2007), disusul dengan forum business to business (B to B) di Grand Hotel (12/6/2007), yang mempertemukan 25 tour operator dan biro perjalanan Norwegia dengan pihak Indonesia. Forum B to B tersebut dimaksudkan untuk menciptakan peluang bagi tour operator Indonesia menjajaki pasar wisata dan membuka jaringan kerja dengan industri wisata di Norwegia. Selanjutnya promosi akan diteruskan dengan ikut serta dalam Wikstrom Verden Travel Fair di Oslo (21/6/2007), lalu dalam forum serupa di Kragero (23/6/2007), dan Stor Martnan Fair di Trondheim (26-28/6/2007) mendatang.Diharapkan semua upaya ini dapat mendorong pasar pariwisata Norwegia mengalir lebih deras lagi ke Indonesia. Apalagi Bali, Lombok dan obyek wisata lainnya punya potensi kuat untuk menyodok 10 besar destinasi Norwegia selama ini: Spanyol, Swedia, Denmark, Yunani, Prancis, Inggris, Italia, Turki, Jerman, dan AS.
(es/es)











































