Mayjen Kirbi Tagih 'Modal' ke PDIP, Tapi Tak Kenal Si Penagih
Jumat, 15 Jun 2007 16:56 WIB
Jakarta - Mantan Pangdam Jaya Mayjen Purn Slamet Kirbiyantoro kecewa dengan kebijakan yang diambil PDIP dan beberapa parpol lainnya dalam memutuskan cawagub dari Koalisi Jakarta.Namanya yang semula masuk bursa pendamping Foke, tiba-tiba terpental digantikan oleh Mayjen Prijanto. Pria yang akrab disapa Kirbi itu pun berniat untuk meminta kembali sejumlah uang yang telah disetorkan ke PDIP saat mengikuti seleksi cawagub.Namun dirinya mengaku tidak pernah menyuruh orang lain untuk menagih uang ke PDIP."Saya sakit hati dan memang mau menagih, tapi tidak pernah menyuruh mereka," kata Kirbi pada detikcom, Jumat (15/6/2007). Pada Kamis (14/6/2007) malam, terjadi keributan di depan kantor DPD PDIP DKI Jakarta di Jl Tebet Raya. Mereka berniat menagih uang setoran Kirbi. Saat tiba di lokasi, keempat orang itu mendapat perlakuan kekerasan dari sejumlah orang tak dikenal. Salah seorang dari debt collector tersebut terluka setelah mendapat bacokan. Kirbi membenarkan, empat orang yang mendatangi kantor PDIP DKI Jakarta itu yang menawarkan diri untuk menjadi debt collector padanya. "Saya tidak mengenal mereka. Karena mereka berniat mau bantu saya. Ya, saya percaya saja," tandas Kirbi.Saat mengikuti seleksi cawagub di PDIP, Kirbi telah menyetorkan uang sebesar Rp 1,5 miliar. Selain di PDIP, Kirbi juga mengikuti proses penjaringan dia PPP, PBB, dan parpol lain yang tergabung di Koalisi Jakarta.
(rmd/nrl)











































