Hamas Kuasai Gaza & Kepresidenan
Jumat, 15 Jun 2007 06:13 WIB
Gaza - Perang saudara Hamas dan Fatah di Palestina memuncak. Hamas berhasil mengambil alih kota Gaza dan lembaga kepresidenan yang dipegang Fatah."Semua markas keamanan di Gaza di bawah kendali Brigade Ezzedine al-Qassam, termasuk kepresidenan," klaim juru bicara sayap bersenjata Hamas Abu Obeida kepada kantor berita AFP, Jumat (15/6/2007).Atas tindakan Hamas itu, Presiden Mahmud Abbas menghentikan pemerintahan yang dipegang Perdana Menteri yang merupakan orang Hamas, Ismail Haniya. Abbas pun mengumumkan negara dalam keadaan darurat.Abbas mengumumkan dekrit pembubaran pemerintahan yang baru berusia 3 bulan itu pada Kamis 14 Juni 2007. Abbas menyatakan dekrit dikeluarkan karena tindakan Hamas melakukan 'kudeta militer'."Karena perang kriminal di Garis Gaza, pengambilalihan instansi keamanan otoritas Palestina, kudeta militer dan perlawan bersenjata yang tidak sah," ujar Abbas.Pengumuman Abbas ini mengakhiri persatuan politik di Palestina yang sudah berjalan beberapa bulan antara Fatah dan Hamas. Setelah 260 orang tewas dalam beberapa bulan kerjasama sejak Desember 2006 itu.Jelas tuduhan kudeta militer yang ilegal itu ditolak Hamas. "Apa yang terjadi di Gaza merupakan pembebasan kedua Jalur Gaza dari kungkungan kolaborator Israel, setelah pembebasan pertama tahun 2005," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri.
(aba/aba)











































