Menhub Manggut-manggut Disuguhi Stasiun Kota yang Kumuh
Rabu, 13 Jun 2007 16:51 WIB
Jakarta -
Inspeksi mendadak Menhub Jusman Syafii Djamal berlanjut ke Stasiun Kota, Jakarta Pusat. Di sini, Menhub disuguhi kekumuhan Stasiun Kota. Maklum saja, rehabilitasinya baru berjalan 40 persen."Karena selama ini Stasiun Kota itu tampak kumuh, jadi ini direhabilitasi supaya dibersihkan," ujar Kepala Daops I PT KA Judarso Widyono kepada Menhub, Rabu (13/6/2007)."O, gitu," ujar Jusman manggut-manggut. Jusman kemudian terus berjalan membuka pintu WC stasiun yang berantakan. Lalu berjalan ke luar, melihat sejumlah kios yang tak terpakai lagi."Ini nanti akan dikurangi. Nanti dijadikan ruang tunggu semua," kata Dirut PT KA Ronny Wahyudi menambahkan Judarso."Tapi kios-kiosnya tetap ada?" tanya Jusman."Ada, tapi kecil-kecil semua nantinya. Pokoknya stasiun ini akan direhabilitasi seperti bentuk stasiun yang semula," kata Ronny.Menurut Ronny, karat-karat yang menempel di rel dan tiang-tiang stasiun sudah dibersihkan. Kaca-kaca patri yang rusak juga diganti. Namun penggantian ubin akan menunggu pembangunan terowongan menghubungan stasiun dengan halte busway selesai.Lagi-lagi, Jusman hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Ronny. Jusman kemudian menemui beberapa petugas stasiun. Para petugas stasiun ini kemudian berebutan menyalami sang menteri.Ronny menambahkan, PT KA sudah menggelontorkan uang Rp 300 juta untuk rehabilitasi stasiun bersejarah itu. Total dana yang disiapkan adalah Rp 700 juta untuk rehabilitasi yang diharapkan bisa selesai Desember 2007 ini.Setelah Stasiun Kota, stasiun berikutnya yang akan direhabilitasi adalah Stasiun Pasar Senen. PT KA sudah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk itu.
(aba/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































