Pemimpin Agama Dunia Tolak Kekerasan Berlabel Agama

Pemimpin Agama Dunia Tolak Kekerasan Berlabel Agama

- detikNews
Selasa, 12 Jun 2007 22:21 WIB
Denpasar - Para pemimpin agama se-dunia menentang kekerasan yang berlabel agama, seperti yang terjadi di Palestina dan Irak. Banyak kasus kekerasan di belahan dunia yang awalnya bernuansa politik beralih ke agama.Hal ini merupakan sebagian isi dari Komunike Perdamaian bersama yang dilahirkan dalam konferensi 'Tolerance Between Religions' di Hotel Rizt Carlton, Jimbaran, Bali, Selasa (12/06/2007). Hadir dalam konferensi tersebut sejumlah pemimpin agama, seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sri Sri Ravi Shankar, dan tokoh Buddha asal Jepang, Yoichi Kawada, dan Rabbi Daniel Landes. "Agama apa pun tidak membenarkan kekerasan. Al Qur'an mengajarkan untuk saling kenal, cinta kasih dan tidak menyakiti," kata Gus Dur. Daniel Landes mengatakan konflik Israel-Palestina pada awalnya persoalan politik, namun semakin parah hingga masuk wilayah agama. Penyelesaian sengketa itu tidak hanya melalui kompromi politik juga dilakukan beriringan dengan jalur agama. Tokoh Katolik Frans Magniz Suseno mengatakan terorisme sebagai fenomena ekstrimis lahir dengan latarbelakang rasa frustrasi terhadap globalisasi. "Agama harus bisa mengajarkan umatnya untuk menghilangkan sikap benci kepada orang lain," kata Frans.Direktur The Wahid Institute Yeni Zanuba Wahid mengatakan komunike tersebut lahir atas keprihatinan melihat gejolak kekerasan yang membawa nama agama yang tak jarang dilakukan demi tujuan politik. (gds/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads