Ponpes & Majelis Taklim se-Jabar Desak 'IPDN Undercover' Ditarik

Ponpes & Majelis Taklim se-Jabar Desak 'IPDN Undercover' Ditarik

- detikNews
Selasa, 12 Jun 2007 11:15 WIB
Jakarta - Desakan untuk menarik buku "IPDN Undercover" makin menguat. Kali ini dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Mejelis Taklim se-Jabar. Forum ini bahkan meminta bantuan khusus pada FPAN DPR.Mereka menilai buku yang ditulis dosen IPDN, Inu Kencana, itu sangat menyesatkan. "Daripada kami berperang jihad lebih baik ini diselesaikan. Karena buku ini sangat menyesatkan, jadi tolong diamankan," kata Koordinator Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Mejelis Taklim se-Jabar Asep Sodikin pada Wakil Sekretaris FPAN Arbab Paproeka dan anggota FPAN Budi Lukman Sutrisno di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/6/2007). Selain rombongan ulama, warga yang tinggal di sekitar kampus IPDN dan pengacara mantan rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi, Muchtar Pakpahan, juga hadir.Menurut Asep, Inu harus instrospeksi diri karena banyak tulisannya di buku itu yang menyinggung perasaan umat Islam. Kejagung diminta menarik buku tersebut agar tidak menimbulkan keresahan lebih jauh di masyarakat."Pak Inu harus tabayyun, jangan merasa benar sendiri," kata dia.Hal yang senada diungkapkan Muchtar Pakpahan. Menurut Muchtar, 60 persen isi buku itu tidak benar dan berisi fitnah sehingga harus dicabut peredarannya.Menanggapi keinginan itu, Arbab berjanji akan berkoordinasi dengan Kejagung. Jika ternyata ditemukan bukti kuat bahwa buku itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, dan cenderung memprovokasi warga, FPAN akan meminta buku itu ditarik dari peredaran."Saya akan berkoordinasi dulu, kalau ternyata buku itu menyesatkan dan meresahkan masyarakat lebih baik ditarik. Tapi biar dipelajari dulu oleh Jaksa Agung," katanya. (umi/nrl)


Berita Terkait