Singapura Maunya Atur DCA Sendiri, Termasuk Tembak Rudal
Senin, 11 Jun 2007 17:19 WIB
Jakarta - Perjanjian defence cooperation agreement (DCA) masih terganjal. Indonesia mengeluhkan sikap Singapura yang maunya mengatur DCA sendiri, termasuk soal penembakan rudal."Kita cuma menginginkan adanya aturan pelibatan supaya dilibatkan bersama antara TNI dengan Singapura," kata Menhan Juwono Sudarsono.Hal ini disampaikan dia usai peluncuran buku "Menggusur Bisnis Militer" di Gedung LIPI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (11/6/2007)."Tapi Singapura tidak mau, karena maunya mengatur sendiri, termasuk penembakan rudal, padahal itu di wilayah kita. Kita menuntut itu. Kita minta itu disepakati. Kalau tidak sepakat, ya tidak ada perjanjian," jelas Juwono.Jadi DCA itu dibatalkan? "Belum. Ini kan belum terjadi kesepakatan," katanya.Ditanya mengenai ekstradisi buronan koruptor Indonesia dari Singapura beserta aset-asetnya yang merupakan satu paket dengan DCA dan implementing arrangement, Juwono menjelaskan, dirinya di hadapan anggota DPR sudah pernah menyampaikan kaitan antara bargaining perjanjian ekstradisi dan perjanjian pertahanan."Kalau uang yang lari ke Singapura bisa kita kembalikan, baru kita kasih ruang latihan. Sekarang mereka rupanya rada mundur soal itu. Sebab kalau mengakui ada uang panas di Singapura dari Indonesia, itu berarti Singapura mengakui selama ini mengelola uang panas," tandas Juwono.
(sss/ana)











































