31 Orang Diperbudak, Hanya Diupah Roti dan Air
Minggu, 10 Jun 2007 11:40 WIB
Beijing - Perbudakan seharusnya tinggal sejarah. Namun di negeri yang menetapkan Hari Buruh sebagai libur nasional, Cina, masih saja terjadi.Perbudakan itu terjadi di sebuah pabrik batu bata di Provinsi Shanxi, Cina. Polisi menemukan 31 orang selama bertahun-tahun bekerja tanpa mendapatkan upah.Bahkan, 8 di antaranya mengalami trauma, sehingga satu-satunya yang bisa mereka ingat hanya nama. Mereka tak bisa lagi mengingat kampung halaman atau siapa keluarga mereka.Seperti dikutip dari BBC, Minggu (10/6/2007), para 'budak' itu bekerja 20 jam sehari dan upahnya hanya roti dan air.Jika mereka tak bekerja sesuai keinginan pemilik pabrik, hukumannya dipukul atau disulut api. Disebutkan juga, salah seorang rekan dari 31 pekerja itu telah meninggal akibat perlakuan ala abad pertengahan itu.Ketika polisi merazia pabrik itu, para pekerja-pekerja itu sangatlah bau. Mereka telah mengenakan pakaian yang sama bertahun-tahun.Para pekerja malang itu juga tak memotong rambut dan menggosok gigi. Bayangkan, pabrik itu tak memiliki fasilitas untuk mandi sama sekali."Kotoran yang menempel di badan mereka sangatlah tebal, sehingga bisa dikikis dengan sebuah pisau," ujar koran Beijing News yang paling awal melaporkan kejadian itu.Siapakah pemilik pabrik itu? Mengejutkan, karena pemiliknya putra seorang Sekretaris Partai Komunis di daerah itu, Wang Binbin.Polisi pun akhirnya mencokok Wang Binbin dan ayahnya, Wang Dongji. Polisi juga menahan beberapa orang lain, namun mandor para pekerja belum ditangkap.Saat ini, polisi sedang mengatur supaya 31 pekerja itu mendapatkan upahnya. Kemudian mereka akan dikirim pulang ke rumah masing-masing, walau sebagian dari mereka tak bisa mengingat di mana rumahnya.
(aba/nrl)











































