Singapura Dapat Wilayah RI Gratis dari Perjanjian Pertahanan
Minggu, 10 Jun 2007 11:13 WIB
Jakarta -
Pemerintah kembali diminta membatalkan perjanjian pertahanan dengan Singapura. Perjanjian itu sama dengan memberikan wilayah darat, laut, dan udara gratis untuk negeri Singa itu.Hal ini dikatakan anggota Komisi I DPR Permadi dalam orasi di hadapan ribuan kader PKS dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina di halaman parkir barat Monas, Jakarta, Minggu (10/6/2007). "Batalkan persetujuan pertahanan dengan Singapura. Mereka dengan seenaknya boleh ngebom, ngerudal di Indonesia," ujar Permadi.Permadi meminta para pemuda berani menyuarakan penentangan terhadap perjanjian ini. "Saya minta seluruh pemuda Indonesia terutama pemuda PKS untuk berani ganyang Singapura," seru dia.Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta pemerintah mengkritisi perjanjian pertahanan dengan Singapura jika dinilai lebih merugikan. Hidayat khawatir terhadap klausul yang membolehkan Singapura melibatkan pihak ketiga dalam latihan perang di Indonesia."Kita khawatir pihak ketiganya adalah Israel. Kalau itu terjadi kita khawatir memecah belah Indonesia," lanjutnya.Menurut Hidayat kehadiran Israel di Indonesia, apalagi dalam bentuk latihan perang, akan menyulut emosi masyarakat. "Tidak ada tempat gratis untuk Isreal di Indonesia," pungkasnya.
(fay/nrl)










































