Thailand Tegang, 15 Ribu Tentara Disiagakan
Selasa, 29 Mei 2007 14:28 WIB
Bangkok -
Sekitar 15 ribu personel tentara Thailand disiagakan di negeri itu. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan menjelang keluarnya keputusan penting pengadilan Thailand.Pengadilan akan segera mengumumkan apakah akan membubarkan dua partai politik terbesar Thailand atau tidak. Putusan yang akan dibacakan hari Rabu 30 Mei besok itu bisa menyebabkan sistem politik Thailand kacau. Bahkan dikhawatirkan akan menimbulkan aksi kerusuhan.Pasukan saat ini telah ditempatkan di barak-barak mereka, menunggu perintah untuk dikerahkan jika situasi keamanan memburuk. Demikian disampaikan juru bicara Dewan Keamanan Nasional (CNS) Kolonel Sunsern Kaewkumnerd seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/5/2007)."Kami akan menilai situasi setelah pengadilan menyampaikan putusannya dan menggabungkan penilaian itu dengan informasi intelijen yang kami kumpulkan sebelum kami mengerahkan pasukan," tutur Sunsern."CNS mempertimbangkan peristiwa pada Rabu tersebut sebagai prioritas utama," tegas juru bicara tersebut. Diingatkannya, status darurat negara akan langsung diumumkan begitu muncul tanda-tanda kerusuhan.Pengadilan Konstitusional Thailand akan memutuskan apakah Thai Rak Thai (TRT), partai yang dibentuk mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra dan Partai Demokrat bersalah atas tuduhan kecurangan pemilu pada April 2006 lalu.Jika kedua partai itu dinyatakan bersalah, maka pengadilan punya kekuasaan untuk membubarkannya dan melarang pejabat-pejabat partai tersebut terjun ke politik selama 5 tahun.Putusan ini berpotensi memecah rakyat Thai. Menurut para pengamat, pembubaran kedua partai itu bisa menimbulkan kekacauan.
(ita/umi)










































