Sebelum Terguling, Truk Tak Kuat Jalan dan Berasap
Senin, 28 Mei 2007 02:48 WIB
Pasuruan - Sebelum truk N 7554 UB sarat penumpang terguling dan menewaskan belasan orang, warga Desa Ngantungan Pasrepan Pasuruan sudah merasakan ada yang tidak beres pada kendaraan yang ditumpanginya.Kesaksian itu diungkap Gufron Basirullah (35), salah satu penumpang yang selamat. Menurut Gufron, dirinya merasa curiga jika truk dalam kondisi tidak 'sehat'. Sebab baru sekitar 1 kilometer, truk sudah tidak kuat jalan. Bahkan kata Gufron tercium bau seperti terbakar di bagian kampas koplingnya."Saat kita berhenti untuk salat Ashar di Pasar Tosari, saya lihat adaasap yang keluar dari truk. Saya juga mencium bau ban terbakar. Saya cekternyata dari ban bagian belakang," tuturnya kepada detikcom yang menemuinya di RSU dr Sudarsono Pasuruan, Senin dinihari (28/5/2007).Kondisi itu membuat perasaan Gufron berkecamuk. Namun dirinya tidak mempunyai pilihan lain selain tetap bergabung dengan rombongan warga desanya. Dan benar. Apa yang dikhawatirkannya terjadi. Memasuki perbatasan antara Desa Ngantungan Pasrepan dan Desa Sedaeng, truk tidak bisa dikendalikan. Sopir yang menurut pengakuan Gufron bernama Abdul Faqih alias Saki sempat memindahkan gigi dan menginjak rem. Tapi saat diinjak rem ternyata tidak berfungsi. Truk tetap melaju ketika berada di tikungan dan jalannya menurun."Sopir sempat banting stir ke kanan untuk menghindari jurang. Dalam hitungan menit truk langsung terguling dan penumpangnya terlempar dan ada yang tergencet," terangnya. Gufron sendiri selamat karena berhasil meenyelamatkan diri dengan cara meloncat keluar ketika truk akan terguling di Desa Sedaeng Kecamatan Tosari Pasuruan Jawa Timur, Minggu (27/5/2007) petang.Keputusannya untuk melompat cukup tepat meskipun dirinya tidak tahu lokasi kejadian yang dikepung jurang yang curang. Untung saja, dia tidak terjatuh ke jurang. Dengan kedua tangannya dia mengamankan wajahnya agar tidak tergerus tanah ketika jatuh bergulung-gulung."Tangan saya terkilir karena ketika saya meloncat kedua tangan yang dulumenyentuh tanah," ujarnya sambil memperlihatkan tangannya. Gufron mengatakan saat kejadian itu truk terisi 70 - 80 orang.
(gik/asy)











































