Deplu Duga Ada Sponsor di Balik Nelayan RI yang Ditahan Aussie

Deplu Duga Ada Sponsor di Balik Nelayan RI yang Ditahan Aussie

- detikNews
Selasa, 22 Mei 2007 12:13 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) mengendus ada pihak-pihak yang menjadi sponsor pencurian ikan oleh 49 nelayan Indonesia di lepas Pantai Laut Timor Australia. "Masalahnya ada modal tertentu yang mendukung pencarian sirip ikan hiu yang mahal di pasaran Hongkong dan Cina. Karena nilai yang mahal itu, dihukum pun mereka tidak akan kapok," ujar Menlu Nur Hassan Wirajuda usai membuka program beasiswa Semi Budaya 2007 di Gedung Pancasila Kantor Deplu Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2007).Menurut suami artis penyanyi era 1970-an Denok Wahyudi ini, pemerintah menyesalkan 49 nelayan Indonesia yang masuk ke perairan Australia. Padahal, para nelayan ini menggunakan kapal yang berfasilitas global positioning system (GPS). "Ada batas yang jelas di situ. Karena itu alasan ketidaktahuan mereka memasuki wilayah Perairan Australia itu tidak benar," terang pria berpenampilan dandy ini.Untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut, Hassan menyebut Indonesia akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Australia. "Termasuk membahas soal deportasi ke Indonesia. Yang jelas sekarang ini masih dalam proses," tandas Hassan.49 Nelayan tersebut ditangkap 16 Mei 2007 lalu. Diduga mereka memasuki wilayah tangkap ikan Australia di Taman Laut Ashmore, lepas pantai Laut Timor, sehingga mengakibatkan mereka harus menghadapi dakwaan pencurian ikan. Dakwaan pencurian ikan ini membuat para nelayan itu terancam kehilangan 6 kapal mereka jika terbukti bersalah. (nik/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads