BPLS Minta Korban Lumpur Tinggalkan Pasar Porong
Senin, 21 Mei 2007 11:54 WIB
Surabaya -
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) meminta kepada para korban lumpur yang masih bertahan di Pasar Baru Porong (PBP) untuk segera meninggalkan lokasi penampungan."PBP mau digunakan untuk pasar. Kita minta warga mengerti," harap Deputi Bidang Sosial BPLS Sutjahyono Sutjitno saat ditemui seusai Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Senin (21/5/2007).Hal yang sama juga dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo. Ia meminta warga yang ada di penampungan untuk pindah. "Kita imbau mereka untuk pindah. Lebih baik mereka di rumah kontrakan," katanya.Mantan Pangdam V Brawijaya ini menegaskan, korban lumpur tidak perlu khawatir, uang muka 20 persen dalam proses jual beli lahan akan dibayar. "Tetap akan dibayar. Jadi tidak usah khwatir," tandasnya.Sementara itu terkait dengan masalah nasi basi yang diberikan pada pengungsi, BPLS membantahnya. Sutjahyono melihat ada unsur kesengajaan dalam persoalan nasi basi yang diterima oleh pengungsi yang berada di Pasar Baru Porong (PBP)."Maaf ya, saya melihat ada unsur kesengajaan," katanya.Sujahyono mengatakan, pihaknya juga melakukan pengecekkan terkait persoalan nasi basi. Dan ternyata hasil penemuan di lapangan tidak seperti yang diberitakan oleh media massa.Menurut laporan petugas dinas sosial di lapangan para pengungsi meminta nasi dengan air yang dibungkus jadi satu. "Ya bisa jadi seperti itu. Karena digabung jadi satu mungkin plastiknya bocor atau gimana," ungkapnya.
(wln/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































